Pemohon Tidak Siap, Sidang PKPU Waskita Karya (WSKT) Lanjut Pekan Depan

EmitenNews.com - Waskita Karya (WSKT) melakoni proses sidang gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Pada 14 Maret 2023, sidang berlanjut dengan agenda penyerahan bukti dari Megah Baja Bangun Semesta. Maklum, pada sidang Selasa, 7 Maret 2023, Megah Baja Semester belum siap.
”Sidang ditunda karena Megah Baja Semesta belum siap menyerahkan bukti. Sidang dijadwal kembali pada 14 Maret 2023 dengan agenda penyerahan bukti dari pemohon, dan termohon PKPU,” tulis Destiawan Soewardjono, President Director Waskita Karya.
Pada Selasa, 7 Maret 2023 lalu, lanjutan proses persidangan telah digelar, dan dihadiri kuasa hukum Megah Baja Bangun Semesta, dan kuasa hukum perseroan. ”Pengajuan permohonan PKPU tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, dan going concern perseroan,” imbuhnya.
Pada 28 Februari 2023 lalu, proses persidangan telah digelar, dan dihadiri kuasa PT Megah Baja Bangun Semesta. Agenda sidang yaitu pengecekan identitas, dan legal standing dari perseroan sebagai termohon PKPU.
Gugatan permohonan PKPU tersebut diajukan Megah Bangun Baja Semesta berhubungan dengan permintaan pelunasan utang senilai Rp2,93 Miliar. Sebagai pemohon, Megah Bangun Baja Semesta, merupakan salah satu vendor sejumlah proyek perseroan.
Misalnya, proyek pembangunan Terminal Bandara Internasional Minangkabau, Terminal Bandara Depati Amir Tahap I, dan Renovasi Waskita Rajawali Tower. Perseroan berkomitmen untuk selalu berpedoman kepada prinsip Good Corporate Governance (GCG), mematuhi, dan mengikuti segala proses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan berlaku dengan itikad baik. ”Relaas atas gugatan PKPU telah kami terima pada Jumat, 17 Februari 2023,” ucap Destiawan.
Sebelumnya, Waskita Karya telah menerima surat dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas 1A Khusus Nomor: W10.U1.1067.HT.03.II.2023.MH perihal Panggilan Sidang Menghadap Dalam Perkara Nomor: 38/Pdt.Sus/PKPU/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst yang akan dilaksanakan pada 21 Februari 2023. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG