Pendapatan dan Laba INPP Melonjak signifikan di Semester I, Ini Deretan Kontribusinya

EmitenNews.com -Emiten properti dan hotel, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan hotel 89% di paruh pertama 2023 menjadi Rp 207,8 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lini bisnis ini menyumbang 39% ke total pendapatan Paradise Indonesia yang per akhir Juni 2023 tercatat sebesar Rp 537 miliar atau tumbuh 79% dibandingkan semester pertama 2022. Selain hotel, segmen bisnis komersial INPP juga bertumbuh double digit pada semester pertama 2023 sebesar 26% YoY menjadi Rp221,2 miliar.
Asal tahu saja, lini bisnis hotel dan komersial merupakan sumber pendapatan berkesinambungan (recurring) Paradise Indonesia,“Tingginya rasio recurring income memungkinkan kami untuk mempertahankan arus pendapatan yang stabil, sehingga membuat kami lebih resilien terhadap fluktuasi suku bunga yang berdampak pada permintaan properti dari konsumen,” kata Anthony P Susilo, Direktur Utama INPP dalam siaran persnya di Jakarta,kemarin.
Bisnis hotel dan komersial (mal) INPP sangat diuntungkan oleh meningkatnya angka pariwisata dan konsumen perbelanjaan. Paradise Indonesia sangat diuntungkan dari kebangkitan industri pariwisata Bali. Dengan ekosistem bisnis yang ada di Bali seperti hotel, mall (retail), dan residence yang dibangun di lokasi-lokasi utama di seluruh pulau Bali, perseroan memiliki portofolio yang menarik di sektor pariwisata yang sedang berkembang.
Pendapatan di daerah Bali telah melonjak sebesar 75% YoY di semester pertama 2023 mencapai Rp254,4 miliar yang mencerminkan kinerjanya yang mengesankan. Selain itu, perseroan juga memiliki pusat perbelanjaan ikonik yaitu beachwalk Shopping Center.
Dengan kontribusi tiap segmen yang mengesankan membuat INPP mampu membukukan laba kotor sebesar Rp349,9 miliar, tumbuh sebesar 76% YoY pada semester pertama 2023. Laba bersih perseroan juga tumbuh sebesar hampir 11 kali lipat menjadi Rp 119,8 miliar, di mana ada kontribusi juga atas investasi DIRE yang dipegang perseroan, sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas dan mendorong profitabilitas.
Kemudian menghadapi tantangan bisnis properti, salah satu siasat INPP adalah dengan memperbanyak pendapatan berulang (recurring income), menurut laporan semester pertama 2023 recurring income berkontribusi sampai 81% pendapatan. Dengan cara ini, pendapatan mereka lebih dapat diprediksi dibandingkan dengan perusahaan yang mengandalkan penjualan properti.
Model bisnis INPP memungkinkan mereka untuk bertahan terhadap fluktuasi suku bunga dan mempertahankan aliran pendapatan yang stabil.“Tingginya rasio recurring income memungkinkan kami untuk mempertahankan arus pendapatan yang stabil, sehingga membuat kami lebih resilien terhadap fluktuasi suku bunga yang berdampak pada permintaan properti dari konsumen,” kata Anthony.
Related News

Laba Merosot, Grup Lippo (MLPL) 2024 Catat Penjualan Rp11,4 Triliun

Susut 24 Persen, Rugi PZZA 2024 Sisa Rp72,83 Miliar

Drop 177 Persen, GTBO 2024 Berbalik Boncos USD3,21 Juta

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024