Pendapatan Naik, Laba MSIE Malah Drop 15,9 Persen
:
0
Manajemen PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) saat IPO di BEI. Foto: Istimewa
EmitenNews.com - PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) berhasil meraih pendapatan sebesar Rp6,7 miliar pada tahun 2025, meningkat sekitar 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp6,4 miliar. Setelah dikurangi beban pokok pendapatan sebesar Rp2,2 miliar, MSIE membukukan laba bruto sebesar Rp4,4 miliar di tahun 2025.
Dari sisi laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan, MSIE mencatat Rp933 juta, melonjak sekitar 175 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp339 juta. Namun, laba neto tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas tercatat Rp254 juta, menurun sekitar 15,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp302 juta.
Sejalan dengan kinerja tersebut, laba per saham MSIE pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp0,17, berbalik dari posisi tahun sebelumnya yang masih minus Rp0,21 per saham.
Sementara dari sisi neraca, aset lancar MSIE tercatat sebesar Rp3,4 miliar pada tahun 2025, anjlok sekitar 69,1 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp11 miliar. Aset tidak lancar relatif stabil, naik tipis sekitar 0,8 persen menjadi Rp121 miliar dari Rp120 miliar. Dengan demikian, total aset MSIE tercatat sebesar Rp124 miliar, turun sekitar 5,3 persen dari Rp131 miliar.
Liabilitas jangka pendek tercatat Rp5,3 miliar, menurun sekitar 46,5 persen dari Rp9,9 miliar. Sementara liabilitas jangka panjang sebesar Rp6,5 miliar, turun sekitar 24,4 persen dari Rp8,6 miliar. Secara keseluruhan, total liabilitas MSIE sebesar Rp11 miliar, menyusut sekitar 38,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp18 miliar.
Di sisi ekuitas, MSIE membukukan Rp112 miliar pada tahun 2025, relatif stagnan dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi operasional, penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp6,8 miliar pada 2025, terkoreksi 23,4 persen dari Rp8,9 miliar.
Untuk aktivitas investasi, terjadi perbaikan signifikan. Dari sebelumnya mencatat arus kas keluar Rp15,0 miliar pada 2024, pada 2025 berbalik menjadi kas neto positif Rp1,65 miliar (perbaikan lebih dari 100 persen, berbalik arah).
Di sisi pendanaan, MSIE mengeluarkan kas neto sebesar Rp4,17 miliar, yang digunakan antara lain untuk pembayaran liabilitas sewa Rp3,5 miliar dan pembayaran utang bank Rp505,14 juta.
Atas kinerja tersebut, posisi likuiditas MSIE mengalami penurunan. Saldo kas akhir tahun tercatat Rp1,42 miliar, menyusut sekitar 73,7 persen dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp5,39 miliar.
Adapun pada perdagangan intraday Jumat (24/4), saham MSIE menguat 9,30 persen atau naik 8 poin ke level Rp94.
Related News
Pendapatan Stabil, Laba IPCC Tumbuh di Kuartal I 2026
Akumulasi Rugi EMAS Membengkak di 2025, Boro-Boro Bisa Bagi Dividen
Membalik Rugi, Untung Phapros Melonjak 112,86 Persen di Q1-2026
Tak Bagi Dividen, RUPST Sreeya (SIPD) Reshuffle Komisaris
PRDA Bagi Dividen Rp144M, Laba Turun Tapi Payout Naik ke 70 Persen
SFAN Otw Restrukturisasi Anak Usaha, Sederhanakan Struktur Grup





