EmitenNews.com - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat perolehan pendapatan sebesar Rp8,76 triliun pada akhir 2025, turun 42,8% dibanding Rp10,62 triliun pada 2024. Seiring penurunan pendapatan, beban pokok juga tercatat lebih rendah.

Namun demikian, SMRA mencatat peningkatan beban penjualan 11% menjadi Rp570,15 miliar dari tahun sebelumnya Rp513,65 miliar.

Kenaikan beban penjualan terutama karena ada peningkatan biaya promosi dan iklan sebesar 11,53% dari Rp320,11 miliar pada 2024 menjadi Rp361,83 miliar di 2025.

Demikian juga, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp1,25 triliun pada 2025 dibanding tahun sebelumnya Rp1,17 triliun. Peningkatan utama dikontribusikan dari gaji dan kesejahteraan karyawan, serta beban penyusutan.

Perseroan mencatat laba usaha Rp2,58 triliun pada 2025, merosot dibanding Rp3,73 triliun yang dibukukan di sepanjang 2024.

Laba sebelum beban pajak final dan Pajak Penghasilan mencapai Rp1,62 triliun. Beban pajak final tercatat Rp380,12 miliar dan beban pajak penghasilan bersih Rp37,30 miliar.

Dengan demikian, perseroan mencatat laba tahun berjalan Rp1,20 triliun, merosot dari Rp1,84 triliun pada 2024.

Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih tercatat hanya sebesar Rp766,55 miliar pada 2025, anjlok 44,04% dibanding Rp1,37 triliun pada 2024.

Seiring dengan itu, laba per saham dasarnya merosot dari Rp83,19 per saham pada 2024, menjadi Rp46,43 per saham pada akhir 2025.