EmitenNews.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menunjukkan ketahanan kinerja di tengah tekanan industri semen domestik yang masih dibayangi overcapacity dan kenaikan biaya energi. Pada kuartal I 2026, emiten BUMN ini berhasil menjaga tren pertumbuhan positif yang telah terbentuk sejak akhir tahun lalu.

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, Perseroan mencatatkan volume penjualan sebesar 8,71 juta ton, naik 1,7 persen secara tahunan. Pendapatan perseroan tumbuh 8,3 persen menjadi Rp8,29 triliun, dengan EBITDA mencapai Rp1,06 triliun.

Dari sisi bottom line, laba sebelum pajak tercatat Rp156 miliar, sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp80 miliar, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Corporate Secretary Semen Indonesia Group (SIG), Vita Mahreyni, menyebut capaian ini merupakan hasil dari konsistensi perseroan dalam menjalankan transformasi bisnis yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.

“Kinerja positif ini menunjukkan strategi transformasi berada di jalur yang tepat, dengan peningkatan penjualan, pendapatan, hingga laba,” ujar Vita dalam keterangan, Kamis (30/4/2026).

Dari sisi operasional, pertumbuhan volume SIG ditopang oleh pasar domestik yang naik 5,4 persen secara tahunan, terutama dari segmen semen kantong yang melesat 11 persen, melampaui pertumbuhan permintaan nasional sebesar 7 persen. Sementara itu, penjualan regional tercatat mengalami kontraksi 8 persen.

Di tengah tekanan biaya, beban pokok pendapatan meningkat 8,6 persen seiring kenaikan harga bahan bakar dan energi. Beban operasional juga naik 9 persen. Namun, SIG juga berhasil menekan biaya keuangan bersih hingga turun 35,4 persen berkat pengelolaan keuangan yang lebih efisien.

Ke depan, Perseroan juga mulai menggenjot pasar ekspor sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru. Melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, perseroan bersama Taiheiyo Cement Corporation telah merampungkan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur.

Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dan diharapkan menjadi katalis peningkatan ekspor, sekaligus strategi untuk mengatasi kelebihan pasokan di pasar domestik.

Perseroan optimistis, penguatan ekspor tidak hanya meningkatkan utilisasi pabrik, tetapi juga membuka peluang margin yang lebih besar, baik ke pasar Amerika Serikat maupun negara lainnya.