Pendiri Intiland (DILD) Lego 2,51 Persen Saham Harga Atas, Ada Apa?

Gedung kantor Pusat DILD di Sudirman.
EmitenNews.com - PT. Intiland Development Tbk. (DILD) menyampaikan bahwa Hendro Santoso Gondokusumo selaku Presiden Direktur dan pengendali telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 29 Oktober 2024.
Theresia Rustandi Corporate Secretary DILD dalam keterangan tertulisnya Jumat (1/11) mengemukakan bahwa Hendro S. Gondokusumo telah menjual sebanyak 260.000.432 lembar saham DILD atau 2,51% saham di harga Rp200 per saham.
"Tujuan transaksi ini adalah penjualan saham untuk divestasi investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.
Pasca penjualan maka kepemilikan Taipan properti Hendro Santoso Gondokusumo yang juga pendiri tersebut di saham DILD menjadi 50.000 lembar saham dibandingkan sebelumnya sebanyak 260,05 juta lembar saham setara dengan 2,51%.
PT Intiland Development Tbk (DILD) bergerak dalam bidang konstruksi dan pengembangan perumahan, gedung perkantoran, ritel, dan kawasan industri, khususnya di Jakarta dan Surabaya. Didirikan pada tahun 1983, dengan nama PT Wisma Dharmala Sakti. Perusahaan melakukan IPO pada bulan September 1991, kemudian berganti nama menjadi yang sekarang pada tahun 2007.
Pada perdagangan hari ini Senin (4/11) saham DILD turun Rp4 atau melemah 2 % menjadi Rp177 per lembar saham.
Pemegang Saham DILD per: 30 Jun 2024
- Masyarakat sebanyak 3.287.133.603 saham atau 31,70%.
- PT.CGS-CIMB Sekuritas Indonesia sebanyak 1.677.397.442 atau 16,18%.
- CIMB Securities (Singapore) Pte. Ltd. 1.558.127.600 saham atau 15,03%.
- PT.Bina Yatra Sentosa 1.240.489.375 saham atau 11,97%.
- Bali Private Villa (S) Pte. Ltd 775.911.150 saham atau 7,49%.
- Lo Kheng Hong 686.416.700 saham atau 6,62%
- Hendro S. Gondokusumo 260.050.432 saham atau 2,51%.
- Jahja Asikin 219.683.834 saham atau 2,12%.
- Ping Handayani Hanli 219.683.834 saham atau 2,12%.
- Suhendro Prabowo 219.683.834 saham atau 2,12%.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar