Pengendali LABA Borong 3,95 Juta Saham, Ada Manuver Baru?
Manajemen LABA ketika mencatatkan sahamnya di BEI.
EmitenNews.com - PT Green Power Group Tbk (LABA) menyampaikan bahwa PT Nev Stored Energy pemegang saham Pengendali telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 28 Februari 2025.
Ferry Cahyo Corporate Secretary dalam keterangan tertulisnya Senin (3/3) mengungkapkan bahwa PT Nev Stored Energy telah membeli saham LABA sebanyak 3.950.000 lembar saham diharga Rp242-Rp258 per saham.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk penambahan kepemilikan saham dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Pasca transaksi ini maka kepmeilikan saham PT Nev Stored Energy di LABA bertambah menjadi 563,9 juta lembar saham atau setara dengan 51,11%, dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 560 juta lembar saham atau setara dengan 50,75%.
Pada perdagangan hari ini Senin (3/3) saham Laba turun Rp6 atau melemah 2 % menjadi Rp252 per lembar saham.
Perlu diketahui Laba berencana membeli Kepemilikan Saham PT Neopower Teknologi Indonesia dalam PT Gotion Indonesia Materials.
Green Power Group (LABA) akan membeli 189 ribu lembar atau 45 persen porsi kepemilikan saham pada Gotion Indonesia Material pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) nikel dal gedung perkantoran.
Rencana tersebut guna mengembangkan aktivitas bisnis di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT).
Sebelumnya, pengendali LABA yakni Nev Stored Energy telah mengadaikan sahamnya guna mendapatkan pendanaan daru S2C Capital Group senilai USD4 juta.
Dana tersebut untuk operasional bisnis pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya dan truk listrik dengan sistem tukar baterai.
Related News
Laba Naik, Pendapatan 2025 Emiten Alkes (OMED) Tembus Rp2,06 Triliun
Investasi Perdana, Bos BRMS Timbun 1,35 Juta Saham Senilai Rp1,03M
MedcoEnergi Pastikan Bayar Obligasi Rp150 Miliar, Dana Sudah Disiapkan
Garuda Indonesia (GIAA) Masih Catat Rugi di Sepanjang 2025
Ditopang Grup AMRT Cs, Laba BLOG Melaju 29,1 Persen Meski EPS Tergerus
Melonjak 36 Persen, Laba Grup Djarum (SUPR) Sentuh Rp1,32 Triliun





