Penjualan Ekspor Melonjak 53%, Laba Bersih CBUT Melesat 302% Per Juni
:
0
Jajaran Manajemen PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) saat RUPS Tahun Buku 2025. DOK/EmitenNews
EmitenNews.com -Emiten pengolahan kelapa sawit (refinery CPO), PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2026 (6M26). Lonjakan penjualan ke pasar ekspor memacu laba bersih perseroan tumbuh 302% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Berdasarkan laporan keuangan interim perseroan per 30 Juni 2026, CBUT meraup pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp9,27 triliun. Angka ini tumbuh 39,16% YoY atau melonjak secara nominal sebesar Rp2,61 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp6,66 triliun.
Struktur pendapatan perseroan didominasi kuat oleh pasar eksternal. Penjualan kepada pihak ketiga menyumbang 99,3% dari total pendapatan, sementara sisanya 0,7% dialokasikan kepada pihak berelasi.
Berdasarkan informasi segmen geografis, penjualan ke pasar luar negeri melonjak 52,92% YoY menjadi Rp8,08 triliun dari Rp5,28 triliun, sementara penjualan domestik terkoreksi 13,63% menjadi Rp1,19 triliun. Kontribusi ekspor terhadap total pendapatan naik menjadi 87,17%, dari 79,33% pada periode yang sama tahun lalu.
Seiring kenaikan skala bisnis, beban pokok penjualan turut meningkat 25,24% YoY (naik Rp1,46 triliun) menjadi Rp7,24 triliun dari sebelumnya Rp5,78 triliun. Kendati demikian, efisiensi operasional dan dinamika harga CPO yang positif mendorong pertumbuhan laba bruto (gross profit) perseroan melonjak 130,40% YoY (naik Rp1,15 triliun) menjadi Rp2,03 triliun per Juni 2026 dari Rp882,01 miliar per Juni 2025.
Dengan pencapaian tersebut, tingkat profitabilitas CBUT mengalami ekspansi signifikan. Margin laba bruto (gross profit margin) tereskalasi dari 13,24% pada Juni 2025 menjadi 21,92% pada akhir Juni 2026.
Pertumbuhan Laba Usaha & Dampak Beban Keuangan
Performa operasional yang solid mendorong laba usaha perseroan terkerek 137,5% YoY (naik Rp186,65 miliar) menjadi Rp323,41 miliar, naik dari Rp136,76 miliar pada periode 6M25.
Meski demikian, perseroan mencatat kenaikan beban keuangan sebesar 4,57% YoY (naik Rp4,65 miliar) menjadi Rp106,38 miliar dari sebelumnya Rp101,73 miliar. Pembengkakan beban finansial ini dipicu oleh ekspansi penggunaan fasilitas modal kerja pinjaman bank serta tekanan volatilitas nilai tukar Rupiah.
Kendati tertekan beban bunga, perseroan tetap mampu mencetak pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan (profit before tax) sebesar 323,36% YoY (naik Rp167,40 miliar) menjadi Rp219,17 miliar dari Rp51,77 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah diperhitungkan dengan beban pajak penghasilan sebesar Rp49,51 miliar (terdiri dari pajak kini Rp46,81 miliar dan pajak tangguhan Rp2,70 miliar, atau naik 417,71% YoY dari Rp9,56 miliar), CBUT membukukan laba periode berjalan (net profit) sebesar Rp169,66 miliar. Realisasi ini meroket 301,99% YoY (naik nominal Rp127,46 miliar) dibandingkan pencapaian Juni 2025 sebesar Rp42,21 miliar.
Related News
Jhonlin (JARR) Beberkan Ini ke Bursa, Jawab Soal Volatilitas Transaksi
Bebas HSC, Saham ini Menjadi Incaran Para Konglo
Baru Dibuka Lagi, Saham Ngegas Ini Disambut Penurunan Tajam hingga ARB
Intip Tokoh Besar di 18 Emiten Kena SP1 yang Resmi akan Didepak BEI
6 Saham Terindikasi UMA BEI: 3 Terhuyung, 3 Lain Masih Ngotot Naik!
Perkuat Keberlanjutan, AVIA Sodorkan Sustainability Strategy





