EmitenNews.com - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) membukukan penurunan kinerja keuangan pada semester I 2026. Kontribusi penjualan tiket serta produk makanan dan minuman yang lesu ikut menekan perolehan laba bersih kali ini.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, pengelola jaringan bioskop Cinema XXI itu mencatatkan total pendapatan sebesar Rp2,63 triliun, terkoreksi 8,59 persen yoy dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp2,88 triliun.

Penurunan top-line ini, pemicu utamanya yakni dari penjualan tiket bioskop yang susut 11,82 persen menjadi Rp1,58 triliun, serta pendapatan makanan dan minuman yang turun 8,44 persen menjadi Rp886,34 miliar. Meski begitu, pemasukan iklan justru mengalami lonjakan 212,78 persen menjadi Rp96,91 miliar dari Rp30,98 miliar.

Meski total beban operasi berhasil ditekan turun 4,71 persen menjadi Rp2,33 triliun, laba usaha CNMA masih tergerus 30,07 persen menjadi Rp307,58 miliar dibandingkan sebelumnya sebesar Rp439,89 miliar.

Alhasil, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas 40,03 persen menjadi Rp173,05 miliar dari Rp288,56 miliar di tahun lalu.

Menilik cashflow-nya, CNMA mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp531,64 miliar, turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp763,71 miliar. Kendati begitu, CNMA masih royal karena masih membagikan dividen sebesar Rp571,52 miliar, naik dibandingkan tahun lalu sebesar Rp333,02 miliar. Di akhir, posisi kas dan setara kas pada akhir periode tercatat sebesar Rp1,39 triliun.

Sementara dari neraca, CNMA membukukan total aset sebesar Rp6,20 triliun, turun dari Rp6,76 triliun pada akhir 2025. Liabilitas turun menjadi Rp2,28 triliun dari Rp2,42 triliun, begitu pun ekuitas yang juga turun menjadi Rp3,92 triliun dari Rp4,33 triliun.

Pada perdagangan Rabu (19/8), saham CNMA ditutup di level Rp93. Dan year to date saham CNMA terkoreksi 22,50 persen atau turun 27 poin.