Penumpang Asing yang Gunakan Whoosh Naik Hampir 80 Persen
Penumpang asing yang memanfaatkan kereta cepat Whoosh meningkat 79,9 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
EmitenNews.com - Penumpang asing yang memanfaatkan kereta cepat Whoosh mencatat lonjakan signifikan pada kuartal pertama 2025. Sebanyak 87.077 penumpang asing dilaporkan menggunakan layanan kereta cepat yang dioperasikan PT KCIC ini, meningkat 79,9 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa peningkatan ini mencerminkan daya tarik Whoosh tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara.
"Lonjakan ini menunjukkan bahwa Kereta Cepat Whoosh telah menjadi pilihan utama bagi wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia," ujarnya, Sabtu (19/4/2025).
Data menunjukkan tren positif sepanjang kuartal pertama 2025. Pada Januari, Whoosh melayani 35.881 turis asing, meningkat 167,9 persen dibandingkan Januari 2024.
Angka ini berlanjut dengan 35.914 pelanggan asing pada Februari 2025, naik 70,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Memasuki Maret, jumlah penumpang asing mencapai 15.282, tumbuh 9,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Sebagian besar wisatawan asing yang menggunakan layanan ini berasal dari Malaysia, diikuti oleh Singapura dan China. Tren ini menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan dari Asia Tenggara dan Tiongkok, seiring dengan kemudahan akses dan layanan yang ditawarkan oleh Whoosh.
Anne menjelaskan bahwa sistem digitalisasi memudahkan pembelian tiket, dengan informasi perjalanan tersedia dalam dua bahasa. Selain itu, kecepatan tempuh sekitar 40 menit antara Jakarta dan Bandung menjadi daya tarik utama, terutama bagi wisatawan asing dengan jadwal perjalanan yang padat.
"Dengan waktu tempuh yang singkat, Whoosh memberikan efisiensi luar biasa bagi wisatawan asing yang ingin menjelajahi lebih banyak destinasi," ujarnya menjelaskan. Fasilitas modern dan kenyamanan selama perjalanan juga menjadi faktor pendukung meningkatnya popularitas layanan ini.(*)
Related News
Produksi Jagung Pangan Untuk Industri Digenjot, Targetnya 18 Juta Ton
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton
Berlaku 2027, AHY: Kebijakan ODOL Tak Boleh Hanya Sasar Pengemudi





