EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) didera cap buruk sebagai salah satu bursa dengan kinerja terambruk di dunia sepanjang 2026.

Berdasarkan data World Index Comparison dalam statistik Bursa Efek Indonesia per pukul 16.00 WIB pada Jumat (24/4/2026), IHSG terkoreksi 17,55 persen secara year to date (ytd) dan berada di peringkat 35 dari 36 bursa global yang terindeks World Federation of Exchange (WFE).

Pada perdagangan Jumat (24/4/2026), IHSG (IDX Composite Index) ditutup melemah 3,38 persen ke level 7.129,490, memperpanjang tekanan yang terjadi sepanjang tahun berjalan.

Asia Tenggara: Peringkat 6 dari 6 Bursa

Di kawasan regional ASEAN, IHSG menempati posisi paling buncit yakni, peringkat 6 dari 6 bursa. Kinerja ini menjadikan IHSG sebagai yang terburuk di Asia Tenggara, baik secara harian maupun kumulatif tahun berjalan.

Pergerakan bursa regional cenderung variatif. Vietnam dengan VN-Index menguat 0,70 persen ke level 1.870,360, sementara Thailand dengan SET Index turun 0,36 persen, Singapura dengan Straits Times Index (STI) melemah 0,43 persen, Filipina dengan PSEi Index turun 0,67 persen, dan Malaysia dengan FTSE Bursa Malaysia KLCI Index terkoreksi tipis 0,08 persen.

Secara ytd, Thailand (SET Index) memimpin dengan kenaikan 15,59 persen, disusul Singapura (Straits Times Index/STI) 5,95 persen dan Vietnam (VN-Index) 4,81 persen. Malaysia (FTSE Bursa Malaysia KLCI Index) masih mencatatkan kenaikan 2,39 persen, sedangkan Filipina (PSEi Index) turun 1,81 persen, dan jauh lebih baik dibandingkan koreksi IHSG (IDX Composite Index) sebesar 17,55 persen.

Asia Pasifik: Rangking 13 dari 13 Bursa

Di kawasan Asia Pasifik, posisi IHSG juga tidak beranjak dari dasar klasemen. IHSG berada di peringkat 13 dari 13 bursa, atau menjadi yang terlemah di kawasan.

Sebaliknya, Korea Selatan dengan KOSPI Index memimpin dengan lonjakan 53,66 persen, diikuti Taiwan dengan TSE Weighted Index 34,42 persen dan Jepang dengan Nikkei 225 naik 18,63 persen. China dengan SSE Composite Index dan Hong Kong dengan Hang Seng Index masing-masing naik 2,80 persen dan 1,36 persen, sementara Australia dengan All Ordinaries Index hanya turun tipis 0,14 persen. Bahkan, India dengan S&P BSE SENSEX Index yang terkoreksi 10,04 persen masih mencatatkan kinerja satu tingkat lebih baik dibandingkan IHSG.