Perang Kembali Pecah, IHSG Lanjut Koreksi
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,89 persen menjadi 5.873. Koreksi IHSG itu, antara lain disebabkan peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Efek eskalasi Timur Tengah tersebut memantik lompatan harga minyak mentah sehingga mendorong profit taking setelah IHSG membukukan kenaikan selama lima hari beruntun.
Selain itu, S&P DJI mengumumkan hasil evaluasi dengan menempatkan Indonesia dalam status pemantauan sehingga berpotensi diturunkan dari kelompok emerging market menjadi frontier market. Dengan perkembangan itu, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi.
Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 9 Juli 2026, untuk menguji area support di kisaran 5.800-5.745. Merespons itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menggelar pertemuan dengan S&P Dow Jones Indices LLC (S&P DJI). Itu untuk memastikan keputusan penyedia indeks global tersebut memasukkan Indonesia dalam watchlist evaluasi klasifikasi pasar.
Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mematok dana investor asing akan masuk Pusat Financial Internasional Indonesia (PFII) sekitar Rp300 triliun hingga Rp500 triliun. Dengan adanya peringatan beberapa lembaga internasional terhadap investasi pasar modal Indonesia telah menimbulkan capital outflow karena berkurangnya kepercayaan investor asing.
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 turun pada level 117,8 dari edisi Mei 2026 di level 120,9. Itu merupakan level terendah sejak September 2025. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) 109,2, dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) 126,4 edisi Juni 2026, turun dari level 112.2, dan 129.7 Mei 2026.
Meski demikian, indeks masih berada pada level optimistis di atas level 100, yang menunjukkan kepercayaan konsumen tetap positif kendati mengalami penurunan. Selanjutnya, investor akan menanti data penjualan ritel, dan sepeda motor. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham PGEO, PGAS, UNTR, ITMG, dan AALI. (*)
Related News
Mengekor Wall Street, IHSG Tertekan
SAS: Trading Komoditas Emas Terus Berkembang Pesat
Lawan Inflasi! Investasi Sejak Muda Percepat Kebebasan Finansial
IHSG Anjlok 113 Poin ke 5.873, Sepanjang Hari Ada di Zona Merah!
Ancaman Downgrade Dua Indeks Global, BEI Janji Jaga & Kejar Perbaikan
Sucor Masih Kantongi 2 Calon Emiten di Pipeline IPO





