Mengekor Wall Street, IHSG Tertekan
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas melemah. Itu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Penegasan Trump itu, meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, dan memicu harga minyak mengalami lonjakan harga.
Setelah itu, Trump mengatakan militer AS akan melancarkan serangan dengan kekuatan penuh sebagai aksi balasan atas serangan terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Sementara itu, Trump kembali mengancam akan menghajar mereka habis-habisan.
Ketegangan geopolitik tersebut membuat harga minyak mentah naik lebih dari 4 persen, dan menekan saham sektor konsumer seperti Home Depot anjlok 2,61 persen, McDonald susut 1,40 persen, dan Booking Holding menukik 4,21 persen. Perosotan mayoritas indeks bursa Wall Street itu, diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Sementara itu, lonjakan harga komoditas energi, dan crude palm oil (CPO) berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.745-5.620, dan resistance 6.000-6.130.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Medco Energi (MEDC), AKR Corporindo (AKRA), Elnusa (ELSA), Telkom (TLKM), Astra Agro Lestari (AALI), dan United Tractors (UNTR). (*)
Related News
IHSG Rabu Naik Tipis 17 Poin ke 5.943, Sempat Tembus Level Psikologis
Ajaib Perkuat Layanan Margin Trading, Tersedia Hingga 349 Efek Margin
IHSG Siang Berhasil Rebound, Tapi Asing Justru Net Sell Rp1,16T
IHSG Sesi I (14/10) Sukses Rebound 0,82%, Pepet Lagi Level 6.000
IHSG Pagi Dibuka Memantul 0,38% Usai Tertekan Dua Hari Berturut-Turut
Asing Mulai Akumulasi, IHSG Potensial Rebound





