EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Data RTI Business pukul 09.02 WIB mencatat IHSG sempat menyentuh level terendah 5.839,66 atau terkontraksi 0,69% dari penutupan sebelumnya di 5.986,50.

IHSG dibuka di level 5.865,76 dengan rentang pergerakan pagi ini antara 5.839,66 hingga 5.870,64.

Volume transaksi tercatat 1,159 miliar saham dengan nilai Rp582,51 miliar. Dari 647 saham yang diperdagangkan, 190 saham naik, 249 saham turun, dan 208 saham stagnan.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroti menyebut kondisi fiskal masih prudent. Defisit APBN 1H26 sebesar Rp196,5 triliun atau 0,8% PDB, sejalan dengan periode sama tahun lalu. Namun prospek pertumbuhan dipangkas menjadi 4,8% untuk 2026 dan 4,9% untuk 2027 karena permintaan domestik melemah dan kondisi keuangan lebih ketat.

Secara teknikal, Senior Analyst Mirae Asset, Muhammad Nafan Aji menilai momentum bullish IHSG masih berlanjut.

"Support IHSG ada di 5.848 dan 5.723. Sementara resistance terdekat di 6.127 dan 6.257," tulis Nafan Aji.

Faktor yang perlu diwaspadai adalah kebijakan The Fed yang diproyeksi naik 2x 25bps pada September dan Desember. Kondisi "higher-for-longer" ini membuat ruang penguatan Rupiah terbatas dan risk premia investor asing masih tinggi.

Dengan dukungan big bank dan sentimen domestik, IHSG diperkirakan masih bergerak sideways cenderung menguat dengan uji resistance 6.127. Namun tekanan eksternal bisa membuat indeks kembali menguji support 5.848.