Sinergi kedua perusahaan diyakini sebagai perpaduan yang tepat di mana WIKON sebagai perusahaan yang telah lama berkecimpung di industri suku cadang kendaraan serta menjadi produsen dari motor listrik Gesits serta IBC sebagai Holding BUMN baterai kendaraan listrik yang terdiri dari MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk.
Kolaborasi itu juga akan ikut mendorong WIMA untuk mengembangkan kegiatan usaha berdasarkan rencana bisnis lewat penguatan dari sisi pembuatan hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik lainnya.
Termasuk perluasan jangkauan stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) dengan memanfaatkan jaringan yang telah dimiliki oleh BUMN yang berada di bawah naungan IBC.
Direktur Utama WIKON Dwi Johardian mengatakan salah satu kekuatan yang ditawarkan oleh IBC terletak pada ekosistem industri baterai di mana baterai merupakan komponen sentral sebagai sumber energi untuk kendaraan listrik dan ikut berkontribusi signifikan dalam penentuan nilai produk kendaraan listrik di pasar.
"Dengan demikian, kolaborasi WIKON dan IBC di WIMA merupakan langkah yang tepat bagi pengembangan Gesits sebagai motor listrik karya anak bangsa pertama," kata dia.
Dengan ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir, Dwi berharap ke depannya, WIMA dapat menjalankan proses bisnis yang lebih efisien sehingga dapat melahirkan produk unggulan di industri kendaraan listrik dan menunjukkan daya saing di sektor kendaraan pada umumnya.
Di sisi lain, Direktur Utama WIMA M. Samyarto menyambut positif sinergi antara WIKON dan IBC di WIMA. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik roda dua di Tanah Air.
"Dengan keterlibatan IBC, kami optimis ke depannya dapat melakukan sinergi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi. Selain itu, dengan bergabungnya IBC di WIMA dapat mempercepat lokalisasi komponen utama kendaraan listrik, yaitu baterai," kata Samyarto.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar