Percepat Transformasi Digital, J Resources (PSAB) Gandeng Deloitte Consulting
:
0
EmitenNews.com - Perusahaan pertambangan emas J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menggandeng Deloitte Consulting sebagai mitra dalam upaya meningkatkan infrastruktur teknologi dan mendorong inovasi saat memasuki fase pertumbuhan baru dengan transformasi digital.
Regent Chowin, Head of System & Information Management PT J Resources Nusantara, mengatakan dengan Oracle Cloud ERP, Oracle Cloud EPM, dan Oracle Cloud HCM, pihaknya berupaya untuk merampingkan operasi bisnis, mendapatkan wawasan keuangan yang lebih dalam, dan memposisikan perusahaan untuk ekspansi ke era baru.
"Transformasi yang dipimpin cloud sangat penting bagi organisasi kami untuk menskalakan operasi dengan cepat, mendorong inovasi, membuat tampilan real-time dari semua sumber daya dan proyek kami, memastikan efisiensi biaya, dan menerapkan langkah-langkah keamanan yang kuat untuk kelangsungan bisnis," terang Regent Chowin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (24/1).
J Resources Asia Pasifik Tbk (J Resources) adalah perusahaan induk berbasis di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini mengoperasikan, menambang, mengeksplorasi, dan berinvestasi di sektor pertambangan emas melalui anak perusahaannya J Resources Nusantara.
Regent Chowin mengatakan setelah mengevaluasi aplikasi dari beberapa vendor dan teknologi, J Resources memilih Deloitte dan Oracle Cloud ERP karena kemampuannya untuk menyediakan tampilan data yang komprehensif dari setiap bagian bisnisnya, sekaligus mendapatkan wawasan penting yang diperlukan untuk meningkatkan proses akuntansinya.
Related News
Emiten Grup Emtek (SAME) Terus Serok JECX, Kepemilikan Capai 30 Persen
Lewat SIDI, INET Resmikan Data Center JKT01 di Gedung Cyber 1 Jaksel
Didepak MSCI, DSSA Lepas 9,63M Saham Treasuri untuk Kerek Free Float
Kinerja 4 Emiten Konglo di Indeks Utama MSCI, Siapa yang Negatif?
Siwie Tambah Porsi, Buana Graha Tetap Pemilik Saham Pengendali MICE
Investor AS Serok 21 Juta Saham HYGN, Kepemilikan Tembus 6,5 Persen





