EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencatatkan 5 produk Exchange Traded Fund (ETF) syariah berbasis emas pada Senin, 10 Agustus 2026. Peluncuran ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam perhelatan tersebut mengatakan kehadiran ETF emas syariah merupakan bagian dari strategi pendalaman pasar bullion nasional dan memperluas inklusi investor.

"ETF emas ini menawarkan kepraktisan dan juga liquid karena diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, perluasan pasar, investasi inklusif sesuai prinsip syariah, dan juga ini merupakan salah satu investasi yang safe haven," tegas Friderica di Gedung BEI.

Pada pencatatan perdana, kelima ETF ini menerbitkan sekitar 63,8 juta unit penyertaan dengan total Nilai Aktiva Bersih (NAB) awal gabungan Rp21,68 miliar.

Produk terbesar adalah XTRA dari PT Trimegah Asset Management dengan NAB awal Rp11,91 miliar untuk 48 juta unit dan harga perdana Rp248. Disusul XMES milik PT Mandiri Manajemen Investasi dengan NAB Rp4,99 miliar di harga Rp757. 

Kemudian XDES dari PT BRI Manajemen Investasi NAB Rp1,7 miliar harga Rp1.000, XGLD dari PT Indo Premier Investment Management NAB Rp1,54 miliar harga Rp256, dan XSGO dari PT Syailendra Capital NAB Rp1,53 miliar harga Rp1.021.

Respons pasar cukup positif pada perdagangan perdana per pukul 10.30 WIB, seluruh ETF emas syariah  terpantau kompak menguat. Penguatan tertinggi dicetak XGLD naik 14 poin atau 5,47% ke level Rp270. Disusul XMES naik 38 poin ke Rp795, XTRA naik 12 poin ke Rp260, XSGO naik 48 poin ke Rp1.069, dan XDES naik 15 poin ke Rp1.015.

Dalam sambutannya, Menteri Keuangan menyoroti momentum HUT Pasar Modal dan potensi pasar emas domestik. Ia juga menyinggung rencana perlakuan pajak agar transaksi ETF emas makin likuid.

"Hari ulang tahun itu tidak harus libur. Karena jumlah liburnya sudah kebanyakan. Dan saya lebih setuju pasar modal itu bukan hari hanya pada ulang tahun, tetapi setiap hari Pak, kita rayakan pasar modal. Tapi tidak libur, Bu," ujarnya.

Lebih lanjut Menkeu menyebut data Pegadaian menunjukkan emas masyarakat mencapai 153 ton.