EmitenNews.com - Esa Medika Mandiri (EMMI), per 30 Juni membukukan peningkatan kinerja operasional signifikan dibanding periode sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi Rp65,4 miliar dibanding edisi sama tahun lalu Rp15,40 miliar. Laba kotor meningkat menjadi Rp26,15 miliar dari Rp7,34 miliar.

Sementara itu, rugi bersih berhasil ditekan 32 persen secara tahunan, mencerminkan perbaikan fundamental operasional perseroan. EMMI menjelaskan pola bisnis industri alat kesehatan, khususnya segmen institusi kesehatan milik pemerintah, memiliki karakteristik transaksi banyak dilakukan pada semester kedua seiring realisasi anggaran, dan penyelesaian proses tender.

Dengan bbegitu, kontribusi pendapatan dan profitabilitas pada awal tahun belum sepenuhnya mencerminkan aktivitas usaha sepanjang tahun. Sejalan karakteristik itu, semester pertama lebih banyak fokus pada penguatan ketahanan fundamental bisnis melalui pengelolaan operasional disiplin, pemenuhan kebutuhan persediaan, penguatan rantai pasok, dan partisipasi dalam berbagai proses tender pemerintah dengan realisasi paruh kedua tahun ini.

Selain pasar pemerintah, EMMI juga terus memperkuat penetrasi pada segmen rumah sakit swasta dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya guna menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan semester pertama. Manajemen memandang prospek kinerja semester kedua 2026 tetap positif. Saat ini, EMMI memiliki sejumlah proyek, dan tengah mengikuti berbagai proses tender pengadaan pemerintah masih menunggu hasil evaluasi.

Dengan meningkatnya aktivitas pengadaan pada semester kedua, perseroan optimistis momentum pertumbuhan pendapatan akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Sebagai perusahaan baru tercatat di Bursa Efek Indonesia, perseroan memandang momentum Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebagai awal untuk memperkuat kapasitas bisnis, bukan sekadar aktivitas penghimpunan modal.

Dana hasil penawaran umum dimanfaatkan secara bertahap sesuai rencana yang telah dipublikasikan guna mendukung ekspans? kapasitas produksi, meningkatkan daya saing, serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Perseroan juga terus memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, dan pengelolaan keuangan secara efisien sebagai bagian dari upaya membangun perusahaan adaptif, tangguh, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai bagian dari realisasi strategi telah disampaikan kepada publik pada saat IPO, perseroan sedang melanjutkan pengembangan fasilitas produksi baru di Cikupa. Pembangunan fasilitas tersebut berjalan sesuai rencana, dan diharap makin memperkuat kapabilitas manufaktur dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan nasional sekaligus mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di industri alat kesehatan.

Manajemen meyakini implementasi penggunaan dana IPO akan semakin memperkuat fondasi bisnis dalam menangkap peluang pertumbuhan industri alat kesehatan nasional. Selain memperkuat kapasitas produksi, perseroan juga terus membangun fondasi untuk memperluas daya saing di pasar internasional. Komitmen tersebut tercermin melalui kunjungan delegasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia ke fasilitas produksi Perseroan di Cikupa, Tangerang, pada 29 Juli 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kapabilitas manufaktur perseroan sejalan strategi jangka panjang memperkuat kapabilitas manufaktur dan membangun kesiapan memasuki pasar internasional. Perseroan meyakini sinergi makin erat antara dunia usaha dan pemerintah akan membuka peluang lebih luas bagi produk alat kesehatan Indonesia untuk bersaing di pasar global.

Direktur Utama Esa Medika Mandiri Florian Chris Widjaja menyampaikan, kinerja semester pertama merupakan laporan perdana sebagai perusahaan terbuka. ”Kami bersyukur berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan sangat kuat dibanding tahun sebelumnya sekaligus memperbaiki kinerja operasional. Meski semester pertama masih dipengaruhi karakteristik siklus pengadaan terutama pada institusi kesehatan pemerintah umumnya berlangsung pada paruh kedua tahun, kami melihat berbagai indikator bisnis bergerak sesuai ekspektasi,” tegasnya.