Perempuan Kuasai UMKM, Tapi Akses Modal Masih Jadi Kendala
:
0
Indonesia Women in Finance (IWF) Annual Conference 2026 bertema
EmitenNews.com - Akses terhadap pembiayaan dinilai masih menjadi salah satu hambatan terbesar yang dihadapi perempuan Indonesia dalam mengembangkan usaha. Padahal, pelaku usaha perempuan memiliki kontribusi besar terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Isu tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam Indonesia Women in Finance (IWF) Annual Conference 2026 bertema "Empowering Women in Entrepreneurship: Building Your Own Venture", yang digelar pada Sabtu, (4/7/2026). Konferensi tersebut mempertemukan para pemimpin perempuan, pelaku usaha, investor, dan profesional untuk membahas pengembangan kewirausahaan perempuan.
Director Investment & Finance Dapen Telkom, Siti Rakhmawati, mengatakan perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi nasional. Namun, hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses pembiayaan, jejaring bisnis, hingga peluang pengembangan usaha.
"Perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperoleh akses terhadap pembiayaan, jejaring, maupun peluang pengembangan usaha. Karena itu, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mempercepat lahirnya lebih banyak women entrepreneurs di Indonesia," ujarnya.
Senada, Executive Board Member CFA Society Indonesia sekaligus Chief Financial Officer PT Super Bank Indonesia Tbk., Melisa Hendrawati, menilai tantangan utama saat ini bukan lagi membuktikan kemampuan perempuan dalam berbisnis, melainkan memastikan mereka memperoleh akses terhadap modal dan ekosistem pendukung yang memadai.
"Tantangan sesungguhnya adalah memastikan perempuan memiliki akses terhadap modal, teknologi, jaringan, mentor, dan kepercayaan diri untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Ketika lebih banyak perempuan berwirausaha, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga mereka, tetapi juga oleh perekonomian nasional," kata Melisa.
Dalam konferensi tersebut, pembahasan mengenai strategi pembiayaan menjadi salah satu topik utama, selain pemanfaatan teknologi, pembangunan bisnis yang efisien, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan usaha, serta penguatan resiliensi pelaku usaha perempuan.
Sejumlah pelaku industri dan entrepreneur, di antaranya CEO & Founder Pinhome Dayu Dara Permata, Director & Chief Information Technology Officer PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. Yessie D. Yosetya, Founder EC2 Ellin Waty, CFO PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Lany Wong, serta Founder & CEO Yoona Digital Indonesia Susanna Angraini, turut berbagi pengalaman mengenai strategi membangun usaha yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi.
Melalui konferensi ini, Indonesia Women in Finance berharap dapat memperkuat kolaborasi, mentoring, serta jejaring profesional guna membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk memperoleh akses pembiayaan, membangun usaha, dan meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Related News
Deepfake dan Kloning Suara Kian Marak, Ini Jurus Tangkal Penipuan AI
Investor Australia Bidik Garap Proyek pCAM USD350 Juta di Indonesia
OTT ke-15 dalam 2026, KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Korupsi
Amplop Putih di Meja Menhut Masih jadi Soal, KPK Dalami Asal Uangnya
Listrik Padam Bergilir di Kalbar, Anggota DPR Dorong ada Kompensasi
5 Rute Baru Transjabotabek ke Depok Dimatangkan Gubernur Pramono





