EmitenNews.com - Memasuki awal tahun 2026, saham Bank Daerah Jawa Barat dan Banten atau BJB (BJBR) menunjukkan momentum positif yang konsisten di pasar modal. Berdasarkan data penutupan perdagangan per 15 Januari 2026, harga saham BJBR menyentuh Rp840, atau secara year to date mencatatkan penguatan 5%.

Menurut Corporate Secretary bjb Herfinia, Senin (19/1), catatan itu mencerminkan optimisme investor terhadap fundamental Perseroan serta keyakinan pasar atas keberlanjutan strategi bisnis yang dijalankan BJB .

Herfinia menjelaskan, sentimen terhadap sektor perbankan nasional pada awal 2026 juga menunjukkan perbaikan, seiring ekspektasi pasar terhadap stabilitas suku bunga, kualitas aset yang terjaga, serta pertumbuhan kredit yang lebih selektif namun berkualitas. Dalam lanskap tersebut, BJB dipandang memiliki posisi strategis karena mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian.

Kepercayaan investor terhadap saham BJBR turut diperkuat oleh kebijakan dividen yang konsisten dan kompetitif. BJB tercatat sebagai salah satu emiten perbankan yang loyal membagikan deviden, dengan dividend payout ratio (DPR) di angka 65,5%, menempatkannya dalam jajaran bank dengan komitmen kuat terhadap penciptaan nilai bagi pemegang saham.

Kebijakan dividen tersebut tidak hanya mencerminkan kinerja laba yang solid, tetapi juga disiplin pengelolaan modal yang sehat. Di tengah kebutuhan investasi untuk penguatan digital dan ekspansi bisnis, BJB tetap mampu menjaga keseimbangan antara reinvestasi dan distribusi keuntungan.

Berdasarkan data bank dengan rasio dividen tertinggi tahun buku 2024, BJB berada dalam kelompok bank yang relatif agresif membagikan laba kepada pemegang saham, meskipun bersaing dengan bank-bank berskala nasional yang jauh lebih besar.

Dengan dividend payout ratio sebesar 65,5%, BJB berada di kelompok bank yang membagikan dividen 50% ke atas. Posisi ini menempatkan BJB sejajar dengan bank-bank nasional lainnya yang sama-sama membagikan separuh laba bersihnya sebagai dividen.

Di sisi lain, kepercayaan pasar terhadap BJB juga diperkuat oleh pengakuan eksternal. Perseroan memperoleh peringkat kredit dengan outlook stabil dari Fitch Ratings Indonesia kategori National Long Term Rating dengan peringkat AA- (idn)/Stable.

Itu dinilai mencerminkan ketahanan profil risiko, kualitas manajemen, serta kemampuan menjaga kinerja keuangan secara berkelanjutan. Peringkat Stabil juga didapat BJB dari Pefindo dengan Corporate Rating idAA/Stable.

Selain itu, BJB tercatat sebagai konstituen berbagai indeks saham strategis, termasuk indeks yang menekankan aspek keberlanjutan dan tata kelola. Keikutsertaan dalam Indeks SRI-KEHATI, Infobank 15, serta IDX BUMN 20 memperkuat persepsi pasar terhadap kualitas fundamental dan tata kelola Perseroan.