Perkuat Kolaborasi, Semen Indonesia (SMGR) Buka Bisnis Infrastruktur
:
0
Ilustrasi PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). dok. Liputan6.
EmitenNews.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) membuka peluang bisnis baru di sektor infrastruktur pada 2026. Langkah strategis BUMN industri bahan bangunan itu, dijalankan melalui penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan dalam pernyataan di Jakarta, Rabu (14/1/2026) menyampaikan, pihaknya terus melanjutkan transformasi bisnis dengan menghadirkan solusi bahan bangunan. Juga layanan pendukung yang inovatif, serta relevan dengan kebutuhan pasar dinamis.
Upaya tersebut juga dibarengi dengan pendekatan kepada pelanggan di berbagai daerah, serta penguatan tata kelola rantai pasok agar semakin efektif dan efisien.
Dicky Saelan menyebutkan SIG terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi. “Kami berupaya memastikan setiap produk dan layanan SIG tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam jangka panjang.”
Untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, manajemen mengadakan SIG Infrastructure Summit di Bali pada 12 Desember 2025.
Upaya penguatan kolaborasi tersebut, sekaligus menegaskan posisi SIG sebagai pemimpin industri bahan bangunan yang tidak hanya menyediakan produk semen dan turunannya yang ramah lingkungan. SIG juga memberikan layanan jasa pendukung dengan dukungan fasilitas operasi yang luas dan tersebar di seluruh Indonesia.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan konstruksi berkelanjutan melalui pemanfaatan material bangunan yang ramah lingkungan dan rendah karbon.
Reni memperkenalkan inovasi semen hijau SIG yang diproduksi dengan material dan proses ramah lingkungan, sehingga mampu menurunkan emisi karbon hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional, serta memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 90 persen. ***
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





