Permintaan AI Dorong Platinum Tembus USD1.770
:
0
Harga platinum berjangka melonjak hingga menembus di atas level USD1.770 per ons, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi baru dalam delapan minggu terakhir. (Ilustrasi: KITCO)
EmitenNews.com - Harga platinum berjangka melonjak hingga menembus di atas level USD1.770 per ons, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi baru dalam delapan minggu terakhir. Kenaikan tajam logam mulia ini terdorong oleh munculnya ekspansi pusat data dan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai sumber permintaan baru, di samping melambatnya laporan inflasi Amerika Serikat.
Data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS melambat selama dua bulan berturut-turut menjadi 3,4 persen pada Juli, dengan kenaikan bulanan sebesar 0,1 persen. Kondisi tersebut meredam ekspektasi pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve pada September mendatang, sehingga memberi angin segar bagi aset tanpa imbal hasil seperti platinum.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Trading Economics, lonjakan permintaan dari sektor teknologi menjadi katalis utama penguatan platinum di pasar global. "Valterra Platinum memperkirakan permintaan PGM terkait AI sebesar 200.000–400.000 ons per tahun dan melihatnya berpotensi tumbuh lima kali lipat pada tahun 2030," rilis Trading Economics mengenai prospek konsumsi logam tersebut.
Di sisi lain, penurunan harga minyak dunia turut memberikan dukungan tambahan seiring kalkulasi pasar terhadap prospek kesepakatan pembukaan Selat Hormuz. Meski harga merangkak naik, pasar platinum diperkirakan tetap mengalami defisit akibat keterbatasan produksi tambang, terutama dari produsen utama Afrika Selatan, walaupun harga tinggi berpotensi memicu peningkatan aktivitas daur ulang.
Bagi pasar keuangan Indonesia, lonjakan harga platinum akibat dorongan industri AI global ini menjadi sinyal positif bagi prospek komoditas logam. Dinamika tersebut menjadi perhatian para investor domestik dalam mengamati arah diversifikasi portofolio investasi serta pergerakan saham-saham sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia.(*)
Related News
KUR Mandiri Tembus Rp25,63T, Dorong 56 Ribu UMKM Naik Kelas
Inflasi AS Melambat Emas Kokoh Di Atas USD4.400
Harga Minyak Jatuh Usai 5 Hari Melesat
Rilis CPI Dan Kinerja Saham AI Hijaukan Bursa AS
Racik Strategi Investasi dengan Teknologi Digital, Cek Penjelasannya
Inflasi AS melandai ke 3,4%, Redam The Fed Naikkan Suku Bunga





