Permintaan Bensin Periode Puasa-Lebaran Diproyeksikan Naik 9,6 Persen
Berdasarkan data historis dan proyeksi selama 9 Maret hingga 1 April 2026 bahan bakar jenis bensin (gasolin) akan mengalami kenaikan permintaan 9,6%.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Berdasarkan data historis dan proyeksi selama 9 Maret hingga 1 April 2026, di wilayah Jawa Bagian Barat bahan bakar jenis bensin (gasoline) akan mengalami kenaikan permintaan sebesar 9,6% akibat mobilitas kendaraan pribadi yang bertambah saat mudik, begitu pula dengan permintaan Avtur yang naik tipis sebesar 0,5%.
"Permintaan LPG juga meningkat 2,86% dikarenakan aktivitas rumah tangga selama bulan Ramadan. Permintaan BBM Industri mengalami kenaikan 7,9%. Sementara permintaan solar mengalami penurunan 27,3% karena pembatasan operasional kendaraan logistik selama periode arus mudik dan arus balik," demikian dilansir Kementerian ESDM, Jumat (13/3).
Sebagai informasi, Refinery Unit (RU) VI Balongan memiliki kapasitas pengolahan kilang sebesar 150 ribu barel stream per day (MBSD). Kilang Balongan juga memiliki Nelson Complexity Index (NCI) 11,9, atau sebagai unit pengolahan minyak mentah dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia.
Sebagian besar atau 82% Produk Kilang Balongan didistribusikan ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat untuk Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek dan Integrated Terminal Jakarta (Plumpang). Adapun distribusi ke wilayah lainnya sebanyak 12% dan Ekspor Decant Oil ke Singapura sebesar 6%.
Untuk memastikan ketahanan stok dan kelancaraan distribusi energi di periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, khususnya di wilayah Jawa Bagian Barat, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman, bersama Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026 Erika Retnowati melakukan kunjungan kerja ke PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream Refinery Unit (RU) VI Balongan, Jawa Barat.
Laode menyampaikan, bahwa kondisi pemenuhan kebutuhan energi, baik Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan minyak mentah (crude oil) pada periode RAFI telah berjalan baik dan dalam kondisi aman.
"Baik itu untuk crude oil, kemudian juga untuk stok BBM, LPG, semua tersedia dan masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini. Dan juga kita melakukan suatu inovasi-inovasi antara lain dengan pemanfaatan BBM yang optimal sesuai dengan kebutuhan." ujar Laode di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/3).
Laode juga menambahkan untuk mengoptimalkan distribusi energi, PT Pertamina (Persero) telah menyediakan sejumlah infrastruktur untuk menunjang mobilitas masyarakat yang mudik ke kampung halaman. Di Regional Jawa Bagian Barat (RJBB), terdapat 1.620 SPBU, 439 Pertashop, 2.331 Agen LPG, 206 SPBE, dan 2 Agen minyak tanah.
"Di saat nanti pelaksanaan RAFI, juga Pertamina juga melakukan penyediaan servis-servis tambahan seperti motoris, kemudian posko-poskonya ditambah fasilitas-fasilitas yang biasanya tidak dilaksanakan di musim-musim atau hari-hari biasanya," tambahnya.
Pertamina menyediakan 427 SPBU yang beroperasi 24 jam, 2.180 Agen LPG Siaga, 18 titik layanan BBM & Kiosk Pertamina Siaga, 52 titik Motorist/ Pertamina Delivery Service (PDS) BBM, 563 agen PDS Bright Gas, 62 mobil tangki standby di SPBU, serta 11 Serambi MyPertamina, yang menyediakan tempat istirahat, mini klinik, area bermain anak, dan layanan kendaraan.(*)
Related News
Akhiri Sesi Siang, IHSG (13/3) Kembali Longsor 1,81 Persen ke 7.228
Timteng Memanas, Pertamina Relokasi 19 Perwiranya di Irak dan UAE
Tak Mau Tergantung Minyak, Pemerintah Bersiap Ganti Pembangkit Solar
Sideways, IHSG Susuri Level 7.200
IHSG Koreksi, Borong Saham CPIN, PTBA, UNVR, dan ULTJ
BTN Perkuat Dukungan Pendidikan Anak melalui Program Ini





