Persaingan Sengit Mobil Hybrid Korea-China di Busan Mobility Show
:
0
Ajang pameran otomotif Busan Mobility Show 2026 resmi ditutup dengan menyisakan persaingan ketat antara merek mobil asal Korea Selatan dan China. (Foto: Seoul Economic Daily)
EmitenNews.com - Ajang pameran otomotif Busan Mobility Show 2026 resmi ditutup dengan menyisakan persaingan ketat antara merek mobil asal Korea Selatan dan China. Fokus utama pameran ini bergeser dari sekadar mobil konsep masa depan menjadi medan pertempuran nyata bagi kendaraan hybrid yang siap dipasarkan tahun ini. Fenomena pergeseran minat ke mobil ramah lingkungan dengan harga lebih terjangkau ini turut menjadi sorotan bagi perkembangan pasar otomotif global, termasuk di Indonesia.
Hyundai Motor meluncurkan model terbaru dari sedan kompak andalannya, "The All New Avante". Kendaraan ini dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru bernama "GleoAI" yang berfungsi sebagai sekretaris pintar pengemudi. Hyundai sengaja menyasar generasi muda usia 20-an dan 30-an (Generasi MZ) melalui model hybrid efisiensi tinggi ini untuk membendung ekspansi pasar dari perusahaan asal China, BYD.
Berdasarkan data Kazu Data Research Institute, pangsa pasar Hyundai untuk pembeli baru di usia 20-an dan 30-an turun sebesar 7,9 persen menjadi 30,3 persen pada periode Januari hingga Mei dibandingkan tahun lalu. Hal ini terjadi karena Hyundai sebelumnya lebih berfokus pada kendaraan berukuran sedang dan besar dengan harga yang lebih mahal.
"Avante adalah mobil yang sangat penting karena berfungsi sebagai model awal (entry model) sebelum konsumen memilih untuk membeli SUV," ujar Presiden Hyundai Motor, Jose Munoz, dikutip dari Maeil Business Newspaper, Minggu (12/7/2026). Ia menambahkan bahwa produk ini dirancang bagi konsumen yang mencari opsi kendaraan dengan harga relatif terjangkau.
Di sisi lain, produsen asal China, BYD, melancarkan strategi ofensif dengan memperkenalkan SUV plug-in hybrid (PHEV) kelas menengah bernama "Cyrian 6 DM-i" untuk pertama kalinya di Korea. BYD memanfaatkan celah pasar karena produsen lokal Korea Selatan saat ini belum menyediakan lini kendaraan PHEV di dalam negeri dan hanya menjual mobil hybrid konvensional. Kendaraan ini dibanderol dengan harga 37,5 juta won, lebih murah dibandingkan kompetitornya seperti Kia EV5 standar yang dijual seharga 43,1 juta won.
Selain itu, lini mewah Genesis turut memamerkan model performa tinggi "Magma GT Concept" dan "GMR-001 Hypercar". Chief Design Officer Hyundai Motor Group, Luke Donker-Volke menyatakan, pihaknya akan terus berupaya menyeimbangkan produk mewah dengan performa tinggi di masa depan.
Pameran ini juga diramaikan oleh pabrikan global lain seperti BMW Group Korea yang membawa tujuh model baru termasuk "The New BMW iX3", merek MINI dengan empat model barunya, serta pabrikan asal Amerika Serikat, Ram, yang merilis truk pickup Ram 1500 bermesin 540 tenaga kuda.(*)
Related News
RI Bidik Pasar AI USD70 Miliar dan Swasembada Chip Semikonduktor
Harga Laptop dan Ponsel Naik Bukan karena Nilai Tukar, Tapi Sebab Ini
Kerusakan Institusi Hukum Ancam Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
PT Pos Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 M yang Jatuh Tempo
Tiga Emiten Telko Bersaing Ketat di Lelang Dua Frekuensi Radio
Debut SK Hynix Dorong Penguatan Wall Street, S&P 500 Naik 0,4 Persen





