Pertamina Drilling Temukan Sumber Daya Migas Baru di Sulteng
:
0
Ilustrasi Pertamina temukan sumber daya gas di Sulawesi. dok. Pertamina Hulu Energi.
EmitenNews.com - Ini komitmen PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling). Intinya, anak perusahaan PT Pertamini itu berkomitmen kuat mendukung ketahanan energi nasional. Komitmen tersebut baru-baru ini ditunjukkan Pertamina Drilling dengan membantu PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menemukan sumber minyak dan gas, di Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara-Sulawesi Tengah.
Potensi sumber daya migas baru tersebut ditemukan di Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara-Sulawesi Tengah. Tepatnya di sumur Tedong (TDG)-001 milik PT Pertamina EP Cepu yang berada di Region IV Zona 13.
Pertamina Drilling berhasil melakukan pengeboran di sumur tersebut dengan mengandalkan RIG PDSI #32.2/N80UE dan kru yang bertugas.
Bagusnya, pengeboran pun sukses dilakukan dengan catatan Tanpa Kecelakaan (No Accident).
Dalam keterangannya Selasa (8/10/2024), Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita mengucap rasa syukur atas keberhasilan tersebut. Ia mengungkapkan terima kasihnya atas kinerja kru RIG PDSI #32.2/N80UE.
“Terima kasih telah berhasil melakukan pengeboran di sumur Tedong (TDG)-001 dengan catatan Tanpa Kecelakaan (No Accident) serta 3.060.558 jam kerja aman," katanya.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya Pertamina Drilling selalu menekankan budaya keselamatan dalam bekerja baik di lapangan maupun kantor.
Pertamina Drilling senantiasa menerapkan HSSE Golden Rules, CLSR Pertamina, serta program khas Pertamina Drilling, Salam Lima Jari dan Stop Work Authority (SWA), mulai dari level bawah hingga manajemen.
RIG PDSI #32.2/N80UE yang memiliki kekuatan 1000 HP dan ketinggian mencapai 142 feet memulai tajak pada 29 Juli 2024 di Desa Mamosalato, Kecamatan Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Avep mengungkapkan, penemuan itu sebagai bentuk nyata komitmen perseroan mendukung target produksi minyak bumi nasional sebesar 1 juta barel dan produksi gas bumi sebesar 12 billion cubic feet (BCF).
Related News
Dolar AS Menguat, Kemendag Pangkas HPE dan HR Emas
Indeks Kospi Sudah Dekati 8.000, Ada Potensi Tembus 10.000
Saham-saham Teknologi Dorong S&P 500 dan Nasdaq ke Rekor Baru
Kabar Baik, Presiden Turunkan Bunga Kredit Orang Miskin jadi 8 Persen
Impor Bahan Baku Plastik dari AS Tiba di Indonesia Pertengahan Mei
Buka Peluang Akuisisi Saham Eramet, Rosan Ungkap Langkah Danantara





