Phapros (PEHA) Raih PROPER Hijau, Penghargaan ESG Dari KLH
:
0
Ida Rahmi Kurniasih, Plt. Direktur Utama di PT Phapros Tbk (PEHA) saat menerima penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Phapros Tbk. (PEHA) meraih penghargaan PROPER Hijau tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Capaian ini merupakan tier atas menuju PROPER Emas sebagai penghargaan program CSR dan ESG tertinggi.
PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) sendiri adalah instrumen resmi KLHK RI dalam menilai indeks ketaatan dan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, CSR, dan ESG (Environmental, Social, and Governance).
Penghargaan ini diterima Phapros di Sasono Langen Budoyo TMII Jakarta, Selasa (7/4/2026), yang dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Dalam pidatonya Menteri Hanif menyatakan bahwa PROPER kini telah berkembang jauh melampaui fungsi awalnya sebagai instrumen kepatuhan.
“PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Menteri Hanif.
Plt Direktur Utama Phapros (PEHA), Ida Rahmi Kurniasih, dalam keterangannya Senin (13/4/2026) menyatakan, “Kami bangga dapat kembali meraih penghargaan PROPER Hijau sebagai wujud komitmen Phapros dalam menerapkan praktik berkelanjutan dan ramah terhadap lingkungan.”
Oleh sebab itu, perseroan memastikan proses operasional mematuhi standar lingkungan, mulai dari efisiensi energi, penurunan emisi, inovasi yang ramah lingkungan, dan penggunaan energi bersih seperti panel surya.
Menurutnya, dalam efisiensi energi dan penurunan emisi, upaya yang dilakukan Phapros dengan meningkatkan penggunaan energi bersih seperti optimalisasi energi listrik melalui perbaikan proses, teknologi, dan SOP. Kemudian upaya penurunan emisi gas rumah kaca (CO?, CH?, N?O) melalui efisiensi operasional.
Sementara untuk mengurangi limbah B3, Phapros memiliki 21 program yang telah berhasil menurunkan volume limbah B3 mencapai 17,62 ton. Selain itu, perseroan juga mengelola limbah non-B3 sebanyak 121,31 ton melalui 17 program.
Pharpos memiliki beberapa program unggulan sebagai wujud komitmen mendukung keberlanjutan. Pertama, penyesuaian ukuran chiller (pendingin) melalui penggantian 2 buah chiller dari kapasitas besar (90 TR) ke kapasitas sedang (65 TR) dengan refrigerant ramah lingkungan R290. Inovasi ini menghasilkan penghematan energi absolut sebesar 1.055,23 GJ.
Related News
Sisa Dana IPO Rp3 Miliar, Emiten Voucher (DIVA) Parkirkan di BCA
Emiten Hapsoro (BUVA) Kucurkan Pinjaman Tambahan Rp22M ke Anak Usaha
Menengok Taktik Emiten SCNP Penuhi Free Float 15 Persen
BMRI–PSAB Bersiap Cum Dividen 15 September, BBCA–CMRY Cair Pekan Ini!
Salurkan KPP Rp7,4 Triliun, BTN (BBTN) Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
GRIA Absen Dividen hingga Hapus Jabatan Direktur Pemasaran, Ada Apa?





