PiIar Infrastruktur Industri: Motor Hilirisasi Pasar Modal RI di ASEAN
:
0
Potret agenda kegiatan bertajuk IDX Channel LinkUP Market Movers di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihelat pada Kamis (18/9/2025) lalu.
EmitenNews.com - Infrastruktur industri kini dipandang sebagai salah satu poros strategis untuk memperkuat daya saing Indonesia di tengah kompetisi ASEAN. Tidak hanya menopang kemandirian ekonomi nasional, sektor ini juga berkorelasi menjadi magnet utama bagi investor global yang mencari ekosistem industri dengan konektivitas dan efisiensi tinggi.
Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus pada Kamis (18/9) menilai kesiapan infrastruktur menentukan posisi Indonesia di mata investor.
“Kalau kita lihat, investor global itu mencari negara yang sudah siap infrastruktur industrinya,” ujarnya dalam acara IDX Channel LinkUP Market Movers di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Minggu (21/9).
Heri menambahkan, program hilirisasi industri hingga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menuntut dukungan infrastruktur yang solid, mengingat industri menyumbang hampir 20% terhadap PDB nasional.
Dari sudut pandang pasar modal, sektor infrastruktur terus menyedot minat investor. Sub-sektor yang bervariasi mulai dari jalan tol (JSMR), pelabuhan (IPCC, IPCM), telekomunikasi (TLKM, EXCL), hingga infrastruktur energi hijau (CDIA), menghadirkan spektrum investasi yang luas.
Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada masih dalam kegiatan yang sama juga menekankan, meski fundamental perusahaan krusial, pergerakan harga saham juga digerakkan sentimen pasar, likuiditas, dan kebijakan pemerintah.
“Investor kini selektif terhadap emiten yang punya eksposur pada proyek strategis atau tren baru seperti energi hijau dan digitalisasi,” ujar Reza.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Emiten baru ini fokus pada infrastruktur industri berbasis energi baru terbarukan (EBT). Sejak melantai di BEI, saham CDIA melesat dari Rp190 menjadi Rp1.500 per lembar.
Keterlibatan emiten berbasis energi baru terbarukan (EBT) ini sekaligus menegaskan arah pasar modal sebagai mitra penting menuju pembangunan berkelanjutan nasional.
Reza menyebut lonjakan ini tidak lepas dari sentimen positif pasar terhadap EBT serta posisi CDIA di ekosistem Barito Pacific Group yang terintegrasi dari energi hingga logistik.
Related News
Ini Bantalan Fiskal Pemerintah, Gaji Ke-13 ASN, Stimulus dan Bansos
Gubernur Khofifah Puji Fungsi Intermediasi Bank Jatim, Ayo Cek Datanya
Kunjungan Wisman Melonjak, Tetapi Kok Industri Hotel Mengeluh?
Yield Obligasi 10 Tahun AS dan Australia Bertahan di Bawah 5 Persen
Harga Emas Antam Naik Lagi Rp17.000 per Gram
Saham-Saham di AS Ditutup Menguat Karena Harapan Konflik Mereda





