EmitenNews.com - Right issue menjadi pilihan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK), yang hasilnya akan dipakai untuk melunasi pinjaman. Emiten yang terafiliasi dengan Haji Samsudin Andi Arsyad itu, akan melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu PMHMETD II atau right issue. 

Untuk pelaksanaan aksi korporasi itu, emiten pertambangan dan perdagangan nikel tersebut akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 30 November 2026. 

Seperti dikutip dari prospektus ringkasnya, Minggu (25/10/2026), manajemen menyebutkan PACK akan menerbitkan sebanyak 100.000.000.000 saham baru yang akan ditawarkan melalui mekanisme PMHMETD. 

Aksi korporasi emiten Haji Isam ini akan digelar dalam mata uang Rupiah dengan perkiraan nilai sebanyak-banyaknya USD463.000.000 atau Rp8,19 triliun (kurs per 31 Agustus 2026 Rp17.703/USD). Saham baru tersebut akan dikeluarkan dari portepel Perseroan dan dicatatkan di BEI sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Saham baru tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham Perseroan lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh sebelum PMHMETD. Termasuk hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham dan hak atas dividen.

Rencananya, emitenPerseroan akan menggunakan dana hasil pelaksanaan PMHMETD II, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, untuk keperluan pelunasan pinjaman, pembelian saham Denway Development Limited (DDL). Juga modal kerja Perseroan dan/atau Entitas Anak Perseroan. 

Rincian mengenai rencana penggunaan dana hasil PMHMETD II akan diuraikan dalam dokumen pernyataan pendaftaran dan prospektus yang akan diterbitkan dalam rangka PMHMETD II, sesuai ketentuan yang berlaku.

PT Eco Energi Perkasa akan melaksanakan HMETD yang akan diterimanya dan menjadi pembeli siaga untuk menjamin pembelian saham yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham Perseroan dalam rangka PMHMETD II sesuai ketentuan POJK PMHMETD. Nilai maksimum hingga USD418.000.000 atau setara Rp7.399.854.000.000 (kurs per 31 Agustus 2026 sebesar Rp17.703/USD)

Rencana penambahan modal dengan memberikan HMETD itu, diperkirakan akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi Perseroan. Pelaksanaan pembayaran pinjaman akan berdampak pada struktur modal yang solid

Perseroan mengharapkan partisipasi sebanyak-banyaknya dari para pemegang saham Perseroan untuk melaksanakan HMETD yang akan diperoleh para pemegang saham dan pemegang saham tidak melaksanakan HMETD yang akan diperoleh, persentase kepemilikan sahamnya terhadap saham-saham Perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya sekitar 74,6%. ***