EmitenNews.com - Polresta Yogyakarta membongkar dugaan sindikat love scamming jaringan internasional yang beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Praktik penipuan berkedok asmara  itu terbongkar setelah operasi tangkap tangan di kantor PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Senin (5/1/2026) pukul 13.00 WIB.

Kepala Polresta Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Eva Guna Pandia menjelaskan hal tersebut dalam konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).

"Kantor itu diduga digunakan sebagai tempat dugaan tindak pidana love scamming," ujar Kombes Eva Guna Pandia.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita empat kamera pengawas (CCTV), dua router WiFi, 30 unit telepon genggam, serta 50 unit laptop yang diduga digunakan sebagai sarana tindak pidana. Polisi juga menemukan berbagai foto serta video bermuatan pornografi.

Bersama barang bukti, polisi mengamankan 64 orang karyawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan itu, penyidik kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Para tersangka masing-masing berinisial R (35) selaku CEO atau pemilik perusahaan, H (33) sebagai HRD, P (28) dan M (28) sebagai project manager, serta V (28) dan G (22) sebagai team leader.

Altair Trans Service Cabang Yogyakarta diketahui merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia tenaga kerja sesuai permintaan klien atau pemilik aplikasi dari China.

Dalam operasinya, penipuan itu memanfaatkan aplikasi kencan daring yang merupakan aplikasi kloningan dari aplikasi asal China bernama WOW.

Para pegawai perusahaan itu dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna.

Modusnya, mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau top up guna mengirim gift yang tersedia dalam aplikasi.

"Penggunaannya adalah warga negara asing dari beberapa negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia," ucap Pandia.

Setelan pengguna mengirim gift, mereka kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi. Nah, untuk mengakses foto dan video tersebut, user atau korban harus mengirimkan gift dengan besaran tertentu. 

Kepala Satreskrim Polresta Yogyakarta Komisaris Polisi Riski Adrian menambahkan praktik tersebut telah berlangsung hampir satu tahun. Dalam setiap shift, para admin ditargetkan mengumpulkan sedikitnya dua juta koin per bulan.

"Kalau dikalkulasikan, per shift bisa menghasilkan lebih dari Rp10 miliar per bulan, dan dalam operasionalnya mereka dibagi ke dalam tiga shift," ujar Adrian.

Pendapatan bulanan pemilik PT Altair Trans Service juga berasal dari potongan gaji karyawan, dengan nilai sekitar Rp750 ribu dari setiap karyawan per bulan.

Total karyawan perusahaan itu mencapai 160 hingga 200 orang, sedangkan yang diamankan saat operasi tangkap tangan sebanyak 64 orang.

Polresta Yogyakarta berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri serta Interpol untuk menelusuri dan memburu penyewa jasa atau klien dari PT Altair Trans Service yang diduga berada di luar negeri.