Posisi Kuat, Obligasi Indosat (ISAT) Rp10,5 Triliun Sandang Rating idAAA

EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat surat utang Indosat (ISAT) dengan idAAA. Obligasi Berkelanjutan IV Tahun 2022 milik perseroan itu, maksimum Rp10,5 triliun. Lalu, menetapkan peringkat idAAA(sy) untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Tahun 2022 senilai maksimum Rp4,5 triliun.
Saat bersamaan, Pefindo juga menegaskan peringkat idAAA untuk obligasi, dan peringkat idAAA(sy) untuk sukuk Indosat beredar. Peringkat itu, mencerminkan dukungan kuat dari pemegang saham utama, posisi pasar perusahaan sangat kuat sebagai salah satu dari tiga operator telekomunikasi terbesar Indonesia, dan marjin profitabilitas kuat jangka pendek hingga menengah.
Namun, peringkat dibatasi struktur permodalan moderat, dan persaingan ketat industri telekomunikasi. Indosat Ooredoo Hutchison merupakan salah satu dari tiga besar penyedia layanan telekomunikasi, dan informasi terkemuka Indonesia, mencakup layanan bisnis seluler; multimedia, internet, dan komunikasi data (MIDI); dan jaringan telepon tetap.
Pada 30 Juni 2022, pemegang saham Indosat antara lain Ooredoo Hutchison Asia, Pte Ltd menggenggam 65,64 persen, secara kolektif dikendalikan bersama Ooredoo South East Asia Holding W.L.L, dan CK Hutchison Indonesia Telecom Holdings Limited. Pemegang saham Indosat berikutnya PT Tiga Telekomunikasi Indonesia 10,77 persen, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar 9,63 persen, dan publik 13,96 persen. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG