Posisi Utang LN Swasta November 2025 Turun USD500 Juta
Bank Indonesia mencatat posisi ULN swasta pada November 2025 sebesar 191,2 miliar dolar AS, turun dibandingkan posisi ULN Oktober 2025.
EmitenNews.com - Seperti halnya utang luar negeri (ULN) pemerintah, ULN swasta juga terpantau mengalami penurunan. Bank Indonesia mencatat posisi ULN swasta pada November 2025 sebesar 191,2 miliar dolar AS, turun dibandingkan posisi Oktober 2025 sebesar 191,7 miliar dolar AS.
Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 1,5% (yoy).
Menurut Direktur Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso perkembangan tersebut dipengaruhi oleh lebih rendahnya kontraksi ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang tercatat sebesar 0,4% (yoy).
"Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,5% terhadap total ULN swasta," rincinya.
Sementara itu struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,3% pada November 2025, dari 29,4% pada Oktober 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 86,1% dari total ULN.
Ramdan menyampaikan, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.
"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," katanya. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.(*)
Related News
Ada Perusahaan Hashim Djojohadikusumo Dalam Proyek Anambas Kepri
Produktivitas Meningkat, Realisasi RoA PTPN IV PalmCo Capai 7,9 Persen
Inflasi Februari 2026 0,68 Persen, IHK Tahunan Jadi 4,76 Persen
Laju Terhenti, Harga Emas Antam Turun Rp13.000 Per Gram
BI Optimalkan Kredit Pangan Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri
Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Catat Surplus USD0,95 Miliar





