Kurangi Porsi, Samuel Sekuritas Kini Kuasai 32,66 Persen Saham NSSS
:
0
Ilustrasi PT Samuel Sekuritas. Dok. Samuel.com.
EmitenNews.com - PT Samuel Sekuritas telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS), Jumat (17/7/2026). Setelah transaksi tersebut, perseroan kini menguasai 32,66 saham.
Samuel Sekuritas menjual sebanyak 243.188.100 Lembar saham NSSS di harga Rp450 per saham, dan sebanyak 353.477.100 lembar saham di harga Rp750 per saham.
"Tujuan transaksi adalah untuk Pencairan REPO dengan kepemilikan saham langsung," tutur manajemen NSSS dalam keterangan tertulisnya Jumat (17/7/2026).
Setelah transaksi tersebut maka kepemilikan saham PT Samuel Sekuritas di NSSS menjadi 7,77 miliar lembar saham, atau setara dengan 32,66%.
Bandingkan dengan sebelumnya sebanyak 8,37 miliar lembar saham setara dengan 35,17 persen.
Nusantara Sawit Sejahtera Sudah Menggunakan Seluruh Dana IPO
Sementara itu, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) melaporkan sudah menggunakan seluruh dana IPO sebesar Rp430,5 miliar. Emiten Perusahaan Holding dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya itu, menyampaikan hasil realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana IPO per 30 Juni 2026.
Dalam keterangan tertulisnya Selasa (14/7/2026), Direktur NSSS, Miniwati Kasmita menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh IPO efektif pada 28 Februari 2022 sebesar Rp453,16 miliar.
Setelah dikurangi dengan biaya sebesar Rp22,6 miliar, NSSS mendapatkan hasil bersih IPO sebesar Rp430,5 miliar.
Sejauh ini, NSSS merealisasikan dana IPO untuk PT. Borneo Sawit Perdana (BSP) dalam rangka kebutuhan biaya belanja modal untuk membangun fasilitas pabrik kelapa sawit. Kemudian, terminal khusus dan modal kerja sebesar Rp232,5 miliar.
Related News
Pemerintah Cabut IUP PT KEL, Rosan Perkasa Ungkap Kepastian Hukum
Anggaran Terkuras, Negara Ini Pertimbangkan Akhiri Subsidi Bensin
Rupiah Menguat Tipis Terhadap Dolar AS Pagi Ini
Gagal Bayar Kupon, Surat Utang POST Masuk Status Default
Emas Antam Anjlok Empat Hari Beruntun Terseret Global
Emas Anjlok Dekati USD4.000, Likuidasi AI Jadi Pemicu





