Kelola Emas 153 Ton, Indonesia Bidik Pasar Bulion Global
:
0
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkuat ekosistem bulion nasional guna meningkatkan nilai tambah produksi emas domestik demi memperkokoh sektor jasa keuangan berbasis komoditas tersebut. (Foto: Bareksa)
EmitenNews.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkuat ekosistem bulion nasional guna meningkatkan nilai tambah produksi emas domestik demi memperkokoh sektor jasa keuangan berbasis komoditas tersebut di Indonesia, Kamis (9/7).
Langkah strategis ini diambil pemerintah di tengah besarnya potensi emas Indonesia. Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), Indonesia memproduksi sekitar 90 ton emas pada tahun 2025, atau setara 2,7% dari produksi dunia, dengan cadangan mencapai 3.600 ton (5,5% cadangan global). Setahun pascapeluncuran Bulion Bank oleh Presiden Prabowo Subianto, emas yang dikelola melalui PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia kini telah mencapai 153,05 ton.
Untuk mendukung keberlanjutan pasokan fisik emas yang aman dan sah dari hulu, pemerintah fokus menata sektor Pertambangan Emas Rakyat dan Skala Kecil (Artisanal and Small-Scale Gold Mining). Guna menjembatani integrasi ini, Kemenko Perekonomian berkolaborasi dengan World Gold Council (WGC) dan Intergovernmental Forum on Mining (IGF) menyelenggarakan Bullion Academy Training pertama di Jakarta.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan bahwa perumusan kebijakan dari regulator harus selaras dengan kesiapan kapasitas pelaku pasar di lapangan. Interkoneksi utuh wajib dibangun mulai dari aspek penambangan, pemurnian, custody, perdagangan, pembiayaan, hingga investasi akhir.
"Sektor keuangan menyediakan jalur menuju inklusi formal, namun resiliensi pasar bulion yang tangguh mutlak memerlukan jaminan pasokan fisik yang bertanggung jawab," ujar Ferry.
Ia menambahkan bahwa pembangunan ekosistem berkelanjutan memerlukan penguatan kapabilitas institusi dan sumber daya manusia. Forum ini menjadi momentum penting untuk membekali pelaku industri agar adaptif mengelola risiko serta menerapkan prinsip keberlanjutan demi menjaga integritas pasar bulion Indonesia di tingkat internasional.
Melalui sinergi kapasitas terpadu ini, pemerintah berkomitmen memformulasikan kebijakan adaptif agar ekosistem bulion nasional tumbuh menjadi pilar ekonomi baru yang kuat dan kompeten secara global. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, badan usaha, asosiasi, serta mitra internasional terkait.(*)
Related News
Emas Antam Drop Rp27 Ribu Terseret Sentimen Global
Aksi Jual Saham AI Global Seret Hang Seng, Tekan IHSG
Rupiah di Atas Angin: Indeks Dolar Loyo Tertekan Data Inflasi AS
Gagal Bayar, Fitch Pangkas Peringkat Pos Indonesia
Harga Minyak Melonjak 11%, Saham Energi RI Siap Pesta
Harga Emas Mingguan Anjlok 3 Persen Usai AS Serang Iran





