Harga Emas Mingguan Anjlok 3 Persen Usai AS Serang Iran
:
0
Harga emas dunia melemah di bawah USD 4.000 per ons pada Jumat akibat lonjakan harga minyak global pascaserangan militer Amerika Serikat ke Iran, yang memicu kembali kekhawatiran inflasi.(Foto: Treasury)
EmitenNews.com - Harga emas dunia melemah di bawah USD 4.000 per ons pada Jumat akibat lonjakan harga minyak global pascaserangan militer Amerika Serikat ke Iran, yang memicu kembali kekhawatiran inflasi.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah AS melancarkan beberapa serangan ke Iran pekan ini. Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan menargetkan infrastruktur Iran pekan depan jika jalur diplomasi buntu. Menanggapi aksi tersebut, Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di negara-negara tetangga. Eskalasi ini mengancam pasokan energi global dan mendongkrak harga minyak.
Menurut data Trading Economics, komoditas safe haven ini diperkirakan jatuh lebih dari 3% sepanjang pekan ini. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan bertahan lama, sehingga memengaruhi arah kebijakan suku bunga global. Bagi pasar finansial di Indonesia, sentimen ini berpotensi membayangi pergerakan harga emas Antam serta saham-saham emiten pertambangan emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara itu, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan sedianya telah memperkecil peluang kenaikan suku bunga pada bulan Juli. Kendati demikian, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga.
Ketidakpastian kebijakan moneter ini membuat pelaku pasar terpecah. Pasar masih berspekulasi mengenai kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada bulan September mendatang. Akibatnya, harga emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) terus berada di bawah tekanan dan kehilangan daya tarik jangka pendeknya di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik tersebut.(*)
Related News
Peluang Cuan, Lelang 380 Ribu Ton Beras Turun Mutu Prioritaskan UMKM
Revisi Perpres 26/2026, Pemerintah akan Impor Crude dari Banyak Negara
Bursa AS Cenderung Datar Jelang Rilis Kinerja Keuangan & Fed
Pasar Domestik dan China Ambruk, Saham Hyundai Anjlok 60%
Upaya Diplomasi Timur Tengah Tekan Harga Minyak Mentah
Microsoft Pensiundinikan 60 Ribu Orang, 1/4 Total Karyawan karena Ini





