EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Pelemahan ini terjadi seiring berjalannya upaya diplomatik di kawasan Timur Tengah yang menumbuhkan harapan dapat mencegah eskalasi konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data Trading Economics pada Selasa (27/10/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkikis mendekati level USD101 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent melemah mendekati level USD115 per barel, menandai penurunan dalam dua sesi perdagangan berturut-turut.

Pejabat senior dari Arab Saudi, Pakistan, dan Turki telah menggelar pertemuan dengan pejabat tinggi Iran pada Senin (26/10/2026). Pertemuan tersebut bertujuan meredakan ketegangan dan menghidupkan kembali negosiasi guna menghindari potensi gelombang serangan balasan dari AS dan Israel terhadap Iran.

Diskusi diplomatik ini berlangsung sekitar sepekan menjelang pemilu paruh waktu AS. Penurunan harga terjadi setelah Presiden Donald Trump berulang kali mengisyaratkan peluang dimulainya kembali serangan militer terhadap Iran menyusul mandeknya proses negosiasi selama beberapa bulan terakhir.

Di saat yang sama, pasukan pimpinan Arab Saudi masih terlibat bentrokan dengan pemberontak Houthi yang didukung Iran, sementara Hizbullah dilaporkan mempersiapkan potensi konflik di Lebanon. Kendati ketegangan regional masih membayangi pasokan minyak Timur Tengah, aliran distribusi minyak mentah dilaporkan telah pulih mendekati level sebelum konflik pecah.

Bagi Indonesia, penurunan harga minyak mentah dunia ini memberikan sentimen positif sementara terhadap beban anggaran subsidi energi nasional serta biaya impor bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.(*)