Rupiah di Atas Angin: Indeks Dolar Loyo Tertekan Data Inflasi AS
:
0
Indeks dolar Amerika Serikat stabil di sekitar level 100,7 pada Jumat ini namun tetap berada di jalur penurunan mingguan setelah rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Indeks dolar Amerika Serikat stabil di sekitar level 100,7 pada Jumat ini namun tetap berada di jalur penurunan mingguan setelah rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Kondisi loyonya mata uang Paman Sam ini menjadi angin segar bagi penguatan nilai tukar rupiah dan pasar saham Indonesia (BEI). Berdasarkan data Trading Economics, rilis data ekonomi menunjukkan inflasi konsumen AS pada Juni meningkat lebih rendah dari ekspektasi, sementara harga produsen secara tidak terduga justru turun. Penjualan ritel AS dilaporkan naik sesuai perkiraan akibat murahnya harga bensin, sedangkan klaim pengangguran awal turun ke level terendah dua bulan di angka 208 ribu.
Meredanya tekanan inflasi ini membuat pelaku pasar hampir sepenuhnya mengesampingkan potensi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) pada bulan ini, meskipun proyeksi kebijakan untuk bulan September mendatang masih terbelah.
Namun, pelemahan indeks dolar ini tertahan oleh tensi geopolitik global yang memanas. Konflik militer yang meningkat antara AS dan Iran memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global. Pekan ini, militer AS dilaporkan melancarkan beberapa serangan ke wilayah Iran, yang kemudian dibalas oleh pihak Teheran dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara tetangga.
Bagi Indonesia, tren pelemahan mingguan indeks dolar AS ini memberikan ruang pelonggaran likuiditas di pasar domestik. Pelemahan aset safe haven dolar AS biasanya mendorong aliran modal asing (capital inflow) kembali masuk ke pasar keuangan negara berkembang (emerging markets), termasuk ke pasar surat utang (SBN) dan saham-saham berkapitalisasi besar di dalam negeri.(*)
Related News
Kelola Emas 153 Ton, Indonesia Bidik Pasar Bulion Global
Aksi Jual Saham AI Global Seret Hang Seng, Tekan IHSG
Gagal Bayar, Fitch Pangkas Peringkat Pos Indonesia
Harga Minyak Melonjak 11%, Saham Energi RI Siap Pesta
Harga Emas Mingguan Anjlok 3 Persen Usai AS Serang Iran
Di Era Presiden Prabowo, Pembangunan Megaproyek Rp390T Ini Dimulai





