Aksi Jual Saham AI Global Seret Hang Seng, Tekan IHSG
:
0
Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,0% ke level 24.765 pada Jumat ini setelah aksi jual massal saham semikonduktor di bursa Amerika Serikat memicu kekhawatiran global atas valuasi sektor kecerdasan buatan.(Foto: Vibiznews)
EmitenNews.com - Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,0% ke level 24.765 pada Jumat ini setelah aksi jual massal saham semikonduktor di bursa Amerika Serikat memicu kekhawatiran global atas valuasi sektor kecerdasan buatan.
Kejatuhan indeks Hang Seng sebesar 250 poin ini mengekor pelemahan luas di pasar Asia, menyusul koreksi tajam saham-saham teknologi di Wall Street semalam. Berdasarkan data Biggo Finance, para pelaku pasar global kini didera skeptisisme tinggi mengenai apakah pengeluaran modal raksasa untuk kecerdasan buatan (AI) mampu menghasilkan pengembalian keuntungan yang sepadan guna membenarkan tingginya valuasi emiten saat ini.
Selain sentimen valuasi AI, selera risiko investor juga terhambat oleh lonjakan harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran inflasi baru. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral global kemungkinan akan tetap menahan kebijakan moneter ketat dan berhati-hati dalam memotong suku bunga acuan. Ketidakpastian tersebut membuat para pelaku pasar memilih bersikap wait and see menjelang rilis data ekonomi AS serta laporan keuangan emiten kuartalan.
Sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar yang memimpin penurunan tajam di bursa Hong Kong hari ini meliputi:
Knowledge Atlas (-14,9%)
Kingboard Laminates (-5,8%)
SMIC (-4,1%)
Lenovo (-2,3%)
Tencent (-1,0%)
Bagi pasar keuangan Indonesia, rontoknya saham-saham semikonduktor dan raksasa teknologi global ini memberikan sentimen negatif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Aksi jual di sektor teknologi internasional ini berpotensi memicu aksi ambil untung (profit taking) pemodal asing pada saham-saham sektor teknologi domestik di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang selama ini terafiliasi dengan infrastruktur digital atau ekosistem AI.(*)
Related News
Emas Antam Drop Rp27 Ribu Terseret Sentimen Global
Kelola Emas 153 Ton, Indonesia Bidik Pasar Bulion Global
Rupiah di Atas Angin: Indeks Dolar Loyo Tertekan Data Inflasi AS
Gagal Bayar, Fitch Pangkas Peringkat Pos Indonesia
Harga Minyak Melonjak 11%, Saham Energi RI Siap Pesta
Harga Emas Mingguan Anjlok 3 Persen Usai AS Serang Iran





