EmitenNews.com - Harga emas dunia bergerak melemah dan mendekati level USD4.000 per ons pada perdagangan hari Jumat. Penurunan ini memperpanjang tren koreksi dari sesi sebelumnya akibat data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan inflasi berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi tangguh.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Federal Reserve pada akhir tahun ini. Berdasarkan data Trading Economics indeks harga PCE Amerika Serikat meningkat 0,5 persen secara bulanan pada bulan September yang menjadi kenaikan terbesar sejak Maret, sementara inflasi tahunan naik ke level 3,6 persen dan inflasi inti PCE mencapai 3,1 persen.

Selain itu, perekonomian Amerika Serikat melalui catatan PDB tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 3,4 persen pada kuartal ketiga, melampaui ekspektasi 3,2 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh kuatnya pengeluaran konsumen serta investasi di bidang kecerdasan buatan.

Meski The Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat minggu depan, perangkat CME FedWatch Tool menunjukkan pasar masih memperhitungkan probabilitas sekitar 75 persen untuk kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Tekanan eksternal ini diperkirakan membuat harga emas mencatatkan penurunan bulanan hampir 4 persen sepanjang Oktober dan menjadi kerugian bulanan kedua beruntun.

Pergerakan harga emas global yang tertekan oleh prospek pengetatan suku bunga Amerika Serikat ini turut berdampak pada sentimen pergerakan komoditas logam mulia di pasar domestik serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.(*)