Potensi Pasar Sentuh USD5T, Bursa ASEAN Soroti Peluang Saham Konsumer
:
0
Kibaran Bendera ASEAN. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Bursa anggota ASEAN Exchanges menyoroti besarnya peluang investasi pada sektor konsumer kawasan seiring proyeksi konsumsi swasta enam ekonomi terbesar ASEAN yang berpotensi menembus USD5 triliun pada 2035.
Dalam kajian terbaru yang dipublikasikan ASEAN Exchanges dikutip Senin (1/6/2026), konsumsi rumah tangga di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam diperkirakan tumbuh sekitar 8 persen per tahun.
Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi kelas menengah, urbanisasi, peningkatan pendapatan masyarakat, serta percepatan transformasi digital.
ASEAN Exchanges menyebut perubahan perilaku konsumen kini berlangsung semakin cepat. Masyarakat tak hanya meningkatkan belanja kebutuhan pokok, tetapi juga mulai beralih ke produk premium, layanan berbasis kenyamanan, hingga transaksi digital yang terus meningkat di seluruh kawasan.
Ledakan Belanja Kelas Menengah dan Kawula Muda di ASEAN
Salah satu motor utama pertumbuhan berasal dari ledakan kelas menengah ASEAN.
Berdasarkan proyeksi Boston Consulting Group (BCG), jumlah penduduk kelas menengah dan menengah atas di kawasan diperkirakan meningkat dari 57 juta orang pada 2017 menjadi 137 juta orang pada 2030. Kenaikan terbesar diperkirakan terjadi di Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand.
Dari sisi demografi, Asia Tenggara juga menjadi salah satu kawasan dengan populasi muda terbesar di dunia. Generasi Z dan milenial diperkirakan akan mencakup sekitar separuh konsumen Asia Pasifik pada 2030. Urbanisasi yang terus meningkat dinilai mempercepat pergeseran pola konsumsi menuju ritel modern, produk gaya hidup, hingga layanan berbasis digital.
Di sektor digital, nilai transaksi e-commerce Asia Tenggara pada 2024 tercatat mencapai USD128,4 miliar atau tumbuh 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika memasukkan transaksi non-platform seperti media sosial, situs merek, dan aplikasi pesan, total nilai perdagangan digital kawasan mencapai USD145,2 miliar atau setara 12,8 persen dari total penjualan ritel.
Thailand dan Malaysia menjadi pasar dengan pertumbuhan e-commerce tercepat sepanjang 2024. Nilai transaksi digital di Thailand tumbuh 21,7 persen, mengungguli Malaysia yang meningkat 19,5 persen.
Related News
Emiten Haji Isam (JARR) Bakal Gelar RUPS, Agenda 3 Ditunggu Investor
Singtel Buang Habis Saham SUPA Rp812,99M, GXS Bank Lanjut Tampung!
12 Emiten ini Cum Date Dividen Selasa (2/6), Cek Besarannya!
BUAH Jadwal Dividen 99,29 Persen Laba, Kebut Ekspansi Cabang Baru
PSGO Jadwal Dividen Rp113,1 Miliar, Bidik Produksi CPO 30 Persen
Serok Jutaan Saham SIMP, Simak Portofolio Lo Kheng HongĀ April 2026





