PRDA Bagi Dividen Rp144M, Laba Turun Tapi Payout Naik ke 70 Persen
:
0
Potret perhelatan RUPS Prodia (PRDA). Foto: PRDA.
EmitenNews.com - PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) menyepakati pembagian dividen tunai lebih dari Rp144 miliar atau setara Rp162,68 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025.
Jumlah tersebut setara dengan 70 persen dividend payout ratio, meningkat dibandingkan tahun buku 2024 yang sebesar 60 persen.
Dividen Rp162,68 per saham ini mengindikasikan dividend yield sekitar 6,48 persen berdasarkan harga saham intraday Jumat (24/4) di Rp2.510 per saham.
Adapun, hingga saat ini Perseroan belum mengumumkan jadwal cum dividen, ex dividen, maupun tanggal pembayaran dividen.
Keputusan ini diambil di kinerja keuangan laba bersih yang tercatat turun menjadi Rp207 miliar dari sebelumnya Rp270 miliar. Sementara itu, pendapatan Perseroan masih tumbuh tipis menjadi Rp2,28 triliun dari Rp2,25 triliun pada periode sebelumnya.
Direktur Utama PRDA, Liana Kuswandi, dalam Public Expose menyampaikan, “Keputusan yang dihasilkan dari RUPST ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi agar semakin efisien, terintegrasi, dan selaras dengan arah bisnis Perseroan ke depan. Hadirnya wajah baru serta penyesuaian dalam organisasi, diharapkan dapat membawa Perseroan lebih lincah dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin menantang.”
Sepanjang 2025, Perseroan memperluas lini bisnis dengan meluncurkan 38 jenis tes baru serta menghadirkan layanan Next Generation Laboratory melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) berbasis teknologi spectrometry.
Ekspansi jaringan juga terus dilakukan hingga mencapai 402 outlet di 34 provinsi, sekaligus memperluas kemitraan internasional ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste.
“Prodia menunjukkan daya tahan dan kemampuan adaptasi di tengah dinamika ekonomi dengan meluncurkan 38 tes baru dan menghadirkan Next Generation Laboratory melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Spectrometry, memperluas jaringan menjadi 402 outlet di 34 provinsi, serta memperkuat kemitraan hingga ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste,” ujar Liana.
Selain itu, PRDA juga memperkuat portofolio bisnis melalui akuisisi 30 persen saham PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM) untuk pengembangan layanan terapi regeneratif berbasis precision medicine.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





