EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih melanjutkan fase konsolidasi dengan cenderung menguat pada perdagangan Kamis (16/7) hingga akhir pekan.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menilai secara teknikal IHSG masih berada dalam tren yang cukup positif setelah mampu bertahan di atas level moving average (MA) 20.

"Stochastic K-D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, meski volume transaksi mulai menurun. Dengan kondisi tersebut, IHSG hari ini berpeluang bergerak dalam pola bullish consolidation," ujar Nafan dalam riset hariannya, Kamis (16/7/2026).

Mirae Asset memproyeksikan area support IHSG berada di level 5.972 dan 5.848, sementara resistance berada di kisaran 6.127 hingga 6.257.

Pandangan serupa disampaikan Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang. Menurutnya, sepanjang pekan ini IHSG berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat tipis.

"Kami melihat area konsolidasi IHSG berada pada support 5.950 dan resistance 6.130," ujarnya.

Alrich menilai sentimen dari revisi metodologi High Shareholding Concentration (HSC) Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penambahan indikator price impact ratio tidak akan menjadi penggerak utama indeks.

Menurutnya, kebijakan tersebut lebih banyak memengaruhi preferensi investor terhadap saham individual dibanding arah IHSG secara keseluruhan.

"Dampak ke IHSG cenderung netral hingga sedikit negatif karena tidak mengubah fundamental emiten maupun komposisi indeks. Yang berubah adalah transparansi informasi risiko bagi investor," jelasnya.

Ia memperkirakan investor akan melakukan rotasi portofolio dari saham-saham dengan likuiditas rendah menuju saham berkapitalisasi besar yang memiliki free float tinggi dan likuiditas lebih baik.