Profitabilitas Membaik, Rugi Bersih TBS Energi (TOBA) Susut 72 Persen
:
0
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)
EmitenNews.com - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mulai membukukan perbaikan profitabilitas di tengah transformasi bisnis dari batu bara menuju infrastruktur berkelanjutan. Dalam periode sembilan bulan pertama 2026 (Q3-2026), laba kotor perseroan melonjak 105% secara tahunan menjadi USD45,2 juta, sedangkan rugi bersih menyusut 72% menjadi USD35,4 juta.
Perbaikan tersebut terjadi meski pendapatan konsolidasian TOBA turun 11% menjadi USD257,3 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan 39% pada EBITDA yang disesuaikan menjadi USD44,4 juta.
Sejalan dengan kenaikan laba kotor, margin laba kotor TOBA meningkat menjadi 18% dibanding 8% pada sembilan bulan pertama 2025. Sementara itu, margin EBITDA yang disesuaikan naik menjadi 17%, bertambah enam poin persentase secara tahunan.
Direktur sekaligus Chief Financial Officer TOBA, Juli Oktarina, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026) menyatakan perbaikan tersebut mencerminkan hasil awal dari transisi bisnis yang tengah dijalankan perseroan.
"Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan transformasi kami seiring terus memperbesar bisnis infrastruktur berkelanjutan kami di Indonesia dan kawasan Asia, sementara pada saat yang sama, tetap mengelola bisnis legacy kami secara bertanggung jawab," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik menjadi salah satu penopang utama transformasi tersebut. Kedua segmen secara kolektif menyumbang 66% pendapatan konsolidasian dan 71% EBITDA yang disesuaikan TOBA.
Bisnis pengelolaan limbah mencatatkan pendapatan US$157,3 juta, tumbuh 41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, segmen ini mengumpulkan 755.990 ton limbah dan melayani lebih dari 470.000 rumah tangga serta pelaku usaha di Indonesia dan Singapura.
Di sisi kendaraan listrik, bisnis yang dijalankan melalui Electrum, perusahaan ventura bersama TOBA dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), membukukan pendapatan US$12,9 juta atau tumbuh 120% secara tahunan. Segmen ini juga membalikkan rugi kotor US$0,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi laba kotor US$1,2 juta.
Per 30 September 2026, lebih dari 14.000 sepeda motor listrik Electrum telah beroperasi, meningkat 115% dibandingkan setahun sebelumnya. Jumlah stasiun penukaran baterai aktif juga bertambah 85% menjadi 701 unit.
Di sisi lain, bisnis batu bara masih menghadapi tekanan. Pendapatan pertambangan batu bara turun 10% menjadi US$61,8 juta, sedangkan pendapatan perdagangan batu bara merosot 76% menjadi US$19,5 juta akibat aktivitas perdagangan yang lebih rendah.
Related News
Investasi Perdana, Komut RELF Caplok 1,43 Persen Saham
Neraca Kokoh PRDA: Likuiditas Tebal & Valuasi Menarik
Emiten Nagita Slavina Pacu Akuisisi RS, Kinerja Melemah, Saham Memerah
Lesu, Sidomuncul Catat Penurunan Laba 24,36% Jadi Rp619,09M di Q3 2026
Emiten Bagi Dividen Rp2 per Saham, Intip Jadwalnya!
Bisnis Taksi Tumbuh, Blue Bird (BIRD) Catat Pendapatan Tembus Rp4,57T





