Prospek Industri Suku Cadang Otomotif RI Masih Menjanjikan, Saham Apa Laik Jadi Pilihan?

EmitenNews.com -Industri suku cadang otomotif di Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan, karena menunjukkan adanya peluang peningkatan kepemilikan kendaraan di masa depan.
Industri komponen otomotif masih di masa infancy, dengan konsumsi kendaraan yang rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk yang besar. Tingginya penggunaan sepeda motor dan terbatasnya demografi pembelian mobil saat ini merupakan hal yang penting.
"Namun pertumbuhan kelas menengah menunjukkan adanya peluang peningkatan kepemilikan kendaraan di masa depan," kata Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christopher Rusli dalam keterangan tertulis, Rabu (24/1).
AUTO secara strategis mengembangkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik sebagai katalis pertumbuhan jangka panjang, termasuk MOU dengan PLN dan pendirian stasiun pengisian kendaraan listrik, yang siap memanfaatkan pasar kendaraan listrik Indonesia yang terus berkembang.
DRMA sedang menyelesaikan dua pabrik di Jababeka dan Cikarang, yang diharapkan dapat mendongkrak pendapatan pada tahun 2024. Fokus mereka pada pengembangan EV, didukung oleh peraturan pemerintah, menjanjikan tambahan pertumbuhan pendapatan bagi perusahaan.
"Kami memberi peringkat overweight untuk sektor ini dengan pilihan utama kami sebagai AUTO dan DRMA," ujar Christopher.
Christopher melihat valuasi AUTO yang murah, kinerja yang kuat, dan pengembangan kendaraan listrik akan menjadi katalis untuk investasi bagi investor. Pertumbuhan pesat DRMA dan neraca keuangan yang kuat memberikan banyak ruang bagi pertumbuhan anorganik.
"Kami memberikan rating BUY dengan TP Rp 3.340 untuk AUTO dan Rp 1.700 untuk DRMA," pungkas Christopher.
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker