PSKT Tutup Hotel Pusako Bukittinggi & PHK Karyawan, Ini Alasannya
:
0
Salah satu hotel milik PSKT.
EmitenNews.com - Emiten perhotelan PT Red Planet Indonesia Tbk. (PSKT) mengumumkan penghentian sementara operasional Hotel Pusako Bukittinggi mulai 1 Januari 2026. Langkah ini dilakukan untuk keperluan renovasi menyeluruh dan peningkatan fasilitas hotel.
Corporate Secretary PSKT, Seandy Khusen, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/11), menjelaskan bahwa jangka waktu penyelesaian renovasi belum ditentukan, karena masih menunggu hasil kajian teknis yang sedang dilakukan oleh manajemen.
“Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan renovasi menyeluruh terhadap fasilitas hotel guna menjaga standar kualitas layanan dan keselamatan tamu,” ujar Seandy.
Renovasi akan dilakukan dalam waktu dekat, dan menurut perusahaan, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, pendapatan, serta nilai aset setelah kembali beroperasi.
Sehubungan dengan penghentian sementara kegiatan operasional tersebut, PSKT juga sedang melakukan kajian terhadap kebutuhan tenaga kerja di unit Hotel Pusako Bukittinggi. Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penyesuaian jumlah karyawan, sesuai kebutuhan operasional serta ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku.
Meski salah satu unit hotel akan berhenti beroperasi sementara, PSKT memastikan seluruh hotel lain dalam jaringan Red Planet tetap beroperasi normal. Perseroan juga menegaskan memiliki likuiditas dan posisi keuangan yang kuat untuk menanggung biaya renovasi serta kewajiban ketenagakerjaan selama masa penutupan sementara.
“Penutupan sementara ini tidak berdampak material terhadap kelangsungan usaha PSKT secara konsolidasi,” tegas Seandy.
Related News
Hashim Komut dan Fadel Komisaris, WIFI Konsisten Bagi Dividen
ITSEC Asia (CYBR) Ekspansi Usaha Pengembangan AI dan Perangkat Lunak
ARII Siapkan Investasi Jumbo Rp1 Triliun di Sumsel, Ini Sasarannya
RMKE Pecah Saham 1:5, Apa Untungnya bagi Investor?
Ditinggal Founder, Saham PANS Jatuh ARB Usai Preskom Mundur
AMFG Umumkan Dividen Rp34,72 Miliar Setara Rp80 per Saham





