EmitenNews.com - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp4,25 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,67 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pertumbuhan pendapatan ditopang oleh segmen Land Development & Property serta Infrastructure.

Segmen Land Development & Property mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,91 triliun hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, Rp939,9 miliar diakui pada kuartal III-2026, hampir menyamai pendapatan yang dibukukan sepanjang semester I-2026 sebesar Rp974,9 miliar.

Sementara itu, segmen Infrastructure membukukan pendapatan Rp2,24 triliun, tumbuh 15% dibandingkan Rp1,95 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Segmen ini juga menyumbang 53% terhadap total pendapatan perseroan, memperkuat kontribusi pendapatan berulang atau recurring revenue.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba bruto KIJA tumbuh 7% menjadi Rp1,58 triliun dari sebelumnya Rp1,47 triliun. Namun, margin laba bruto mengalami penurunan menjadi 37% dari 40% pada 9M25.

Di sisi lain, laba bersih perseroan justru terkoreksi 38% menjadi Rp391,7 miliar dibandingkan Rp634,6 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

KIJA menjelaskan, penurunan laba bersih tersebut terutama disebabkan oleh biaya refinancing atau pembiayaan kembali utang yang bersifat tidak berulang (one-off) pada kuartal II-2026.

Adapun EBITDA perseroan masih tumbuh 4% menjadi Rp1,36 triliun dari Rp1,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga akhir September 2026, KIJA juga mencatatkan saldo kas konsolidasian sebesar Rp3,15 triliun.

Prospek Bisnis 2027

Melalui rilis yang disampaikan di keterbukaan informasi (4/11/2026), KIJA menyatakan akan fokus memperkuat kontribusi pendapatan berulang melalui segmen Infrastructure sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu pengembang kawasan industri terkemuka di Indonesia.