ISSP Siapkan Dana Rp150 Miliar untuk Buyback
:
0
Aktivitas PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. Foto: ISSP
EmitenNews.com - PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mengumumkan rencana buyback saham dengan alokasi dana maksimal Rp150 miliar.
Melalui keterbukaan informasi (5/11/2026), Corporate Secretary ISSP, Johanes W. Edward menerangkan pembelian kembali saham atau buyback ini mempertimbangkan bahwa harga saham perseroan saat ini belum mencerminkan harga wajar berdasarkan kinerja perseroan.
Adapun perkiraan jumlah lembar saham yang akan dibeli kembali kurang lebih sebesar 3,48% atau sekitar 250 juta lembar saham.
“Jumlah maksimum saham yang dapat dibeli kembali tetap memperhatikan jumlah saham free float perseroan dan tidak akan lebih rendah dari 20% dari jumlah saham tercatat sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis Johanes.
Perseroan juga membatasi harga pemblian kembali saham sampai dengan maksimum Rp600 per lembar saham.
Sementara untuk periode buyback akan berlangsung dalam jangka waktu 3 bulan setelah keterbukaan informasi, yakni dari 5 November 2026 hingga 5 Februari 2027.
“Sumber dana yang digunakan perseroan sepenuhnya menggunakan kas internal perseroan, dan bukan berasal dari dana hasil penawaran umum, pinajaman dan /atau utang dalam bentuk apapun, dan tidak akan mempengaruhi kemampuan keuangan perseroan secara signifikan,” tulis Johanes.
Sedangkan secara proforma laba bersih per saham akan naik dari PR67,49 menjadi Rp69,53. Sementara itu, rasio profitabilitas seperti Return on Assets (ROA) naik tipis menjadi 5,72% dan Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 10,75%.
Perseroan juga menerangkan bahwa saham yang telah dibeli kembali nantinya akan dicatat sebagai saham treasuri.
Pada perdagangan Kamis (5/11/2026), data RTI pukul 9.15, saham ISSP terpantau naik 1,63% atau +6 poin ke level 374.
Related News
Kinerja Apik, Grup Sinarmas ini Royal Guyur Dividen, Yield 7,71 Persen
Besok GIAA Izin Right Issue 248,7 Miliar Lembar, Danantara Lakukan ini
RAJA Targetkan Rp2,8 T dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk
Rp275 Miliar Obligasi Jatuh Tempo, SMAR Siap Rogoh Kas Internal
Gagal Bayar Kupon, Peringkat Obligasi WIKA Turun ke idD
Gagal Bayar Sukuk Rp1 T, Fitch Vonis Pos Indonesia Rating D





