Rating Danantara oleh Moody's Bayangi IHSG, Apa Ada Peluang Rebound?
:
0
Potret tampak depan gedung Main Hall Bursa Efek Indonesia di kala malam hari. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan dibayangi sentimen negatif dari berbagai sisi, termasuk aksi jual yang menekan laju penguatan. Hasilnya, pada penutupan perdagangan kemarin (3/6/2026) IHSG ditutup ambles 4,11 persen ke level 5.941,066.
Berdasarkan data RTI Business secara keseluruhan, terjadi lebih dari 2,7 juta kali transaksi disertai 40 miliar lembar saham yang berpindah dengan nilai transaksi mencapai Rp25,2 triliun. Net foreign sell tercatat mencapai Rp864,07 miliar
Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah, meski sempat dibuka pada area hijau di level 6.207,102. Hanya 69 saham yang tercatat menguat, 54 saham stagnan, dan 692 lainnya ditutup di zona merah.
Selain aksi jual investor, sentimen yang menyelimuti Danantara turut mempengaruhi investor trust terhadap pasar. Diberitakan sebelumnya, Moody’s dan S&P Global Ratings hingga Fitch Rating beriringan merilis peringkat utang perdana PT Danantara Investment Management (DIM).
Secara agregat, ketiga lembaga sepakat menyematkan peringkat Investment Grade level menengah bawah untuk Danantara. Moody's dengan Baa2 dengan prospek Negatif, Fitch dengan BBB artinya ekuivalen, mengikuti sensitivitas sovereign, dan S&P dengan BBB/A-2 dengan prospek Stabil.
Direktur Infovesta, Wawan Hendrayana mengatakan hingga saat ini kehadiran Danantara memang masih ditelaah perannya bagi perekonomian nasional secara umum. Termasuk, kebijakan eskpor yang wajib melalui anak danantara yaitu Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Ia menilai, kebijakan tersebut berpotensi menjadi bottleneck jika tidak dijalankan secara fair dan proper.
“Secara langsung ke pasar sebetulnya tidak ada, karena danantara bukan perusahaan publik, tetapi secara tidak langsung persepsi governance risk dari para BUMN dapat terpengaruh,” ujar Wawan, Kamis (4/6/2026).
Sebelumnya, ia juga memperkirakan IHSG berada di area support 6.000. Namun, melihat penutupan perdagangan yang tumbang di level 5.941,066, Wawan memperkirakan secara teknikal support berikutnya berada di 5.800.
Menurutnya, jika area tersebut tidak tertembus, peluang untuk rebound pada pekan ini dapat terjadi ke level 6.000.
Related News
Ekspansi, Perkuat Modal, BINA Private Placement 80 Juta Lembar
ENRG Injeksi Entitas Usaha Rp186,15 Miliar, Telisik Rinciannya
11 Emiten Masuk Cum Dividen Hari Ini (4/6), Cek Daftar Lengkapnya!
Saham Gacor Ini Mentok ARA 3 Hari Berturut-Turut, Berujung Ditahan BEI
Aset Jumbo, Label HSC, WBSA Agresif Lanjutkan Akuisisi
HRTA Catat Kinerja Impresif, Pendapatan Q1 2026 Melonjak 197 Persen





