Rawan Koreksi, Jalur IHSG Makin Terjal Jangkau Level 7.100

IHSG sedang mengalami koreksi. Foto/Rizki EmitenNews
EmitenNews.com - Pada perdagangan Kamis, 30/5/2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 106,08 poin atau 1,49 persen ke level 7.034. Sektor healthcare surplus 0,25 persen paling kuat lonjakannya. Sementara itu, di posisi terlemah terdapat sektor basic materials minus 2,10 persen.
Berdasarkan analisa teknikal, PIlarmas Investindo Sekuritas melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.010 – 7.100. Namun dipertegas juga pelaku pasar wajib berhati-hati, karena IHSG masih rawan terkoreksi. Adapun saham pilihan hari ini adalah HOKI, WIIM dan RAJA.
Pagi ini telah diperdagangkan di zona hijau, saat laporan ini ditulis indeks Nikkei 225 diperdagangkan menguat (0.76%). Sementara, index Kospi diperdagangkan menguat (+0.58%).
Bursa Asia yang didominasi pelemahan. Hal ini tak lepas dari spekulasi bahwa suku bunga global akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, karena investor menantikan data core PCE price index, personal income, dan personal spending pada hari Jumat besok untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai tingkat suku bunga. Di Eropa, inflasi Jerman naik sedikit lebih tinggi dari perkiraan menjadi 2,8% pada bulan Mei, menjelang rilisnya inflasi Eropa pada hari Jumat.
Di Jepang, para pelaku pasar menantikan data inflasi Tokyo pada hari Jumat yang dianggap sebagai indikator utama tren harga nasional. Sementara itu, yen masih berada di bawah tekanan akibat kuatnya dolar dan imbal hasil Treasury di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Sedangkan IHSG melemah mengekor bursa global, pelemahan juga terjadi pada Sebagian besar sahan-saham dengan kapitalisasi besar.
Related News

Skema Pembiayaan Rumah untuk Pedagang Kecil Masih Memberatkan

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal