EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan aksi profit taking jelang rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia. Itu menilik potensi bursa regional juga melemah. Selain itu, pelau pasar akan menunggu rilis harga BBM dengan perkiraan mengalami lonjakan.
Lompatan harga BBM itu sangat ditunggu investor. Dengan begitu, anggaran subsidi BBM dapat mencapai Rp550 triliun. ”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 7.070, dan resisten 7.120,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Selasa (23/8).
Secara teknikal Indeks setelah menjauh dari resistance 7.220, dan sempat menguji support 7.070. Namun, berhasil tertahan pada support 7.070, dan Indeks telah diperdagangkan di bawah MA5. Beberapa saham memiliki potensi naik perdagangan hari ini antara lain HEAL, TLKM, MDKA, KEEN, TAPG, ISAT, dan PGAS.
Kemarin, Indeks minus 0,90 persen menjadi 7.108. Beberapa sektor penopang koreksi Indeks antara lan sektor technology turun 2,75 persen, transportasi dan logistik minus 2,75 persen, dan basic materials tereduksi 2,32 persen. Investor asing membukukan net buy Rp957 miliar dengan saham paling banyak dibeli TLKM, BMRI, dan BBCA.
Sementara itu, mayoritas bursa saham Amerika Serikat (AS) terkoreksi. Itu dipengaruhi kekhawatiran pengetatan kembali, dan pelemahan ekonomi. Selain itu, para pelaku pasar masih menunggu pidato Jerome Powell Jumat (26/8) mendatang, untuk melihat sikap The Fed dengan perkiraan cenderung hawkish.
Pagi ini, bursa Asia, sudah diperdagangkan di zona merah. Indeks Nikkei 225 melemah 1,11 persen, dan Indeks Kospi terpotong 0,43 persen. Pagi ini, Jepang merilis data PMI dari Jibun bank mengalami penurunan dari services, manufacturing maupun composite PMI. (*)
Related News
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747
Vietnam Airlines Bidik Laba Meski Bahan Bakar Melonjak, Garuda Bisa?





