Rawan Profit Taking, IHSG Orbit 8.250-8.360
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,22 persen menjadi 8.337. Optimisme akan perbaikan ekonomi domestik kuartal IV 2025, dan pengumuman review kuartalan indeks MSCI menjadi faktor positif perdagangan Kamis, 6 November 2025.
Rupiah ditutup menguat di level Rp16.701 per dolar Amerika Serikat (USD). Selanjutnya, investor akan menanti data cadangan devisa Indonesia edisi Oktober 2025. Data itu, akan diperhatikan di tengah depresiasi rupiah, dan setelah bulan lalu cadangan devisa turun pada level terendah sejak Juli 2024.
Itu akibat adanya pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia. Investor Tiongkok akan mencermati rilis data ekspor impor. Di mana, ekspor Tiongkok Oktober 2025 diperkirakan tumbuh 7,3 persen dari September 2025 di kisaran 8,3 persen, dan impor diperkirakan tumbuh 7 persen YoY dari September 2025 sekitar 7,4 persen.
Sedang Amerika Serikat (AS) akan merilis Michigan Consumer Sentiment Preliminary November 2025 diperkirakan di level 53.2 dari Oktober 2025 di posisi 53.6. Secara teknikal, terjadi pelebaran positive slope MACD, namun indikator Stochastic RSI berada di area overbought, dan mengindikasikan potensi terjadi koreksi jangka pendek.
Oleh sebab itu, indeks diperkirakan rentan profit taking jangka pendek. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 7 November 2025, indeks akan mengitari kisaran support 8.280, dan posisi resistance 8.360. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk mengoleksi saham ASII, ADRO, BTPS, AADI, dan UNTR. (*)
Related News
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun
Hasil Tajak di Sumur Pengembangan ABB-143 Hasilkan 3.672 BOPD Minyak
IHSG Bertabur ATH, Investor Tunggu Prabowo Buka Perdagangan 2026
Perkembangan Terbaru si Saham Rp1
Saham di Bawah Gocap, Masih Mantap atau Bikin Engap?
Pupuk Indonesia Siap Gelontorkan 9,8 Juta Ton Pupuk Subsidi di 2026





